=>NIJIKON

Orang yang memiliki kecenderungan untuk menyukai/mencintai
karakter/tokoh 2D (anime, manga, kartun, game, dsb) disebut juga dengan
'Nijikon'. Nijikon Nijikon (二次コン, Nijikon?) adalah istilah slang dalam bahasa
Jepang yang digunakan untuk merujuk orang yang hanya tertarik atau terobsesi
dengan wujud dua dimensional berupa karakter anime, manga, dan permainan
video, yang umumnya dipresentasikan di atas kertas atau layar, beserta figur
boneka dari karakter tersebut. Istilah ini merupakan singkatan dari istilah
Nijigen kompurekkusu (二次元コンプレックス, Nijigen kompurekkusu? 2-dimension complex).
Otaku yang terobsesi kepada salah satu atau lebih karakter dalam anime, manga,
atau permainan video menyebut diri mereka sebagai Nijigen Otaku (Niji Ota) atau
Otaku penggemar 2 dimensi. Sebaliknya, Otaku sendiri tidak pernah mengaku
dirinya menderita Nijikon. Pada kasus yang serius, laki-laki penderita Nijikon
hanya memiliki rasa cinta kepada karakter perempuan dalam anime, manga, atau
permainan video. Pada pria maupun wanita penderita Nijikon, minat seksual
terhadap manusia lawan jenis atau kehidupan nyata sudah tidak ada lagi. Nijikon
lebih banyak ditemukan pada kalangan Cowo. Cowo cenderung lebih mudah
'terserang' nijikon, mengingat nafsu Cowo terhadap Cewe lebih besar ketimbang
sebaliknya. Selain itu, di pasaran anime/manga shonen[1] dan seinen[2] (yang
biasanya melibatkan chara Cewe yang good-looking atau 'moe'[3]) lebih banyak
daripada anime/manga shojo[4] dan josei[5]. Bishojo game[6] pun jumlahnya jauh
lebih banyak ketimbang bishonen game[7]. Cowo nijikon cenderung lebih
menggemari anime/manga 'moe', seperti K-On!, Lucky Star, Shakugan no Shana,
Suzumiya Haruhi no Yuutsu, CLANNAD, Hayate no Gotoku!,
dan sebagainya, daripada anime/manga 'mainstream' semacam Naruto, Bleach, One
Piece, Full Metal Alchemist, atau Death Note.
Adapun ciri-ciri (yang bisa
terlihat) Cowo nijikon stadium menengah ke atas adalah sebagai berikut: 1.
Mengaku waifu (istri, Red.) pada salah satu tokoh anime/manga. Atau 'poligami'
dengan membuat semacam harem[8] terhadap beberapa tokoh anime/manga (hal
seperti ini biasanya ditemukan di forum-forum anime/manga). 2. Cenderung kurang
berselera atau bahkan tidak tertarik apabila 'ditawari' Cewe 3D (Cewe real,
Red.). Sebagian dari mereka bahkan mengaku hanya menyukai Cewe 2D (Cewe dalam
anime/manga, Red.). 3. Rela menghabiskan uangnya untuk membeli merchandise yang
berkaitan dengan tokoh anime favoritnya tersebut, biasanya yang dibeli adalah
figurine, poster, manga/komik, artbook, t-shirt, dsb. 4. Menghabiskan waktunya
untuk menonton anime, membaca manga, atau memainkan game-game
bishoujo/dating-sim/hentai; cenderung kurang bersosialisasi di real
(hikkikomori). Kalaupun bersosialisasi mungkin hanya sekitar penggemar anime/manga
saja, atau dengan orang-orang yang satu minat dengannya. 5. Biasanya masih
jomblo. Nijikon jarang sekali ditemukan pada kalangan Cewe, mengingat Cewe
kebanyakan lebih menggemari drama-drama Korea/Jepang yang kebanyakan
diantaranya melibatkan Cowo-Cowo ganteng[9].
Namun kalaupun ada kalangan Cewe
yang Nijikon, ciri-cirinya sendiri tidak berbeda jauh dengan Cowo nijikon.
Ciri-cirinya (yang bisa terlihat) antara lain: 1. Mengubah namanya dengan
menghubungkan nama realnya dengan tokoh anime favoritnya, misalnya nama realnya
adalah Ayu, tokoh favoritnya adalah Lelouch Lamperouge/Lelouch vi Britannia
(Code Geass). Maka ia mengubah namanya menjadi Ayu Lamperouge atau Ayu vi
Britannia (atau bahkan mengubah namanya menjadi nama yang berbau Jepang, dalam
kasus ini menjadi Ayumi[10], misalnya). 2. Memasang foto tokoh anime/manga
favoritnya di situs-situs jaringan sosial (facebook, Friendster) sebagai
primary atau sebagai avatar/siggy forum; biasanya ditambahi embel-embel yang
menyatakan kecintaan terhadap tokoh tersebut ataupun sebagainya. 3.
Mengaku-ngaku sebagai suami dari tokoh anime/manga favorit yang bersangkutan.
Berkaitan dengan poin nomor 1 diatas. [1] Anime/manga shonen, maksudnya adalah
anime/manga yang sasaran konsumennya adalah remaja (Cowo) berusia sekitar 12-18
tahun. [2] Anime/manga seinen, maksudnya adalah anime/manga yang sasaran
konsumennya adalah remaja-dewasa keatas (Pria), berusia sekitar 18-40 tahun.
[3] Moe dapat diartikan sebagai 'cakep', 'imut', ataupun mengarah ke
good-looking. Kalau Bahasa Indonesianya mungkin "Ihh lucuuuuu...!!!
♥" [4] Anime/manga shojo, maksudnya adalah anime/manga yang sasaran
konsumennya adalah remaja (Cewe) berusia sekitar 12-18 tahun. [5] Anime/manga
josei, maksudnya adalah anime/manga yang sasaran konsumennya adalah remaja-dewasa
keatas (Wanita), berusia sekitar 18-40 tahun. [6] Meliputi game-game
hentai/adult game, dating-sim, ataupun genre lainnya; intinya tokoh dalam game
tersebut kebanyakan adalah Cewe-Cewe cakep/moe. [7] Seperti bishojo game, hanya
saja melibatkan Cowo-Cowo ganteng. Biasanya game dengan embel-embel 'for girls'
[8] Harem dalam pengertian genre, maksudnya genre anime/manga/game yang berupa
seorang tokoh Cowo yang dikelilingi oleh banyak tokoh Cewe. [9] Contohnya Boys
Before Flowers, Full House, Princess Hours, dsb; meliputi juga acara-acara tv
show/video clip yang bisa dilihat di YouTube, tentunya meliputi Cowo-Cowo
ganteng. Contohnya video clip SorrySorry-nya Super Junior. [10] Nama Ayu bisa
di-nippon-isasi atau di-kawaii-isasi menjadi Ayumi, Ayuko, dan Ayu-Ayu yang
lain; yang penting ada 'Ayu' nya! FYI, Ayu juga merupakan nama tokoh protagonis
dari anime/visual novel Kanon yaitu Ayu Tsukimiya.
=>HIKKIKOMORI
Hikikomori [ひきこもり or 引き籠もり], mungkin secara bahasa diartikan sebagai
'terisolasi', merupakan salah satu istilah dalam bahasa Jepang yang berarti
seseorang yang memilih untuk mengisolasi diri (menghindarkan diri) dari
kehidupan sosial (kehidupan luar) dan memilih untuk menghabiskan sebagian besar
waktu mereka untuk diam di rumah; kalaupun ke luar rumah hanya seperlunya saja,
misalnya membeli makanan atau mengambil koran. Penyebab hikkikomori biasanya
beragam, dari mulai ketidakmampuan diri untuk berinteraksi dengan dunia luar
hingga karena trauma dengan suatu kejadian di luar rumah (misalnya trauma
kecelakaan). Oleh karena itu sebenarnya hikkikomori memerlukan bimbingan secara
psikis. Istilah hikkikomori sebenarnya bersifat umum dan tidak terbatas hanya
pada anime/manga saja. Namun karena ini adalah AMH Dalam anime/manga, contoh
hikkikomori diantaranya adalah Takumi Nishijo (Chaos;Head) dan Nagi Sanzenin
(Hayate no Gotoku!) referensi Wikipedia, dengan terjemahan, pengubahan, dan
penjelasan ulang semampunya dan seperlunya.
=>OTAKU

Otaku [おたく] adalah istilah bahasa Jepang yang digunakan
untuk menyebut orang yang betul-betul menekuni hobi (terobsesi dengan hobinya),
namun juga bisa berarti kata ganti orang kedua yang paling sopan dalam bahasa
Jepang baku, setara dengan kata "Anda" dalam bahasa Indonesia. Sejak
paruh kedua dekade 1990-an, istilah Otaku mulai dikenal di luar Jepang untuk
menyebut penggemar berat subkultur asal Jepang seperti anime dan manga, bahkan
ada orang yang menyebut dirinya sebagai Otaku. Intinya, untuk saat ini, istilah
otaku identik dengan penggemar anime/manga dan cenderung mengikuti hal-hal yang
berkaitan dengan hal tersebut setiap musimnya.
Ciri-ciri yang mencolok dari
seorang otaku diantaranya adalah mengoleksi figure dari tokoh-tokoh anime/manga
favoritnya, mengikuti cosplay, dan memiliki koleksi merchandise anime/manga
yang relatif banyak. Di Jepang sendiri, isitlah otaku sebenarnya memiliki
konotasi negatif karena kebiasaan orang-orang yang di sebut otaku tersebut
cenderung aneh dan berbeda dengan orang pada umumnya, serta kurang bisa
dimengerti oleh masyarakat umum. Selain itu juga karena adanya sejumlah kasus
kriminal yang melibatkan otaku, seperti kasus pembunuhan dan pemerkosaan. PM
Taro Aso (perdana menteri Jepang yang sekarang) adalah seorang otaku, terlihat
dari kegemarannya terhadap anime dan manga Rozen Maiden. referensi Wikipedia,
dengan terjemahan, pengubahan, dan penjelasan ulang semampunya dan seperlunya
juga
PERBEDAAN ANTARA NIJIKON, HIKKIKOMORI, DAN OTAKU
Istilah
'otaku' lebih bersifat umum terhadap mereka yang terobsesi anime/manga,
sementara nijikon dan hikkikomori itu lebih spesifik. Dalam kasus ini, istilah
'nijikon' mengarah ke kalangan yang memiliki kecenderungan untuk lebih menyukai
karakter/tokoh (manusia) 2d (dalam anime/manga, Red.), daripada manusia asli
(real). Sementara 'hikkikomori' mengarah ke kalangan yang memiliki
kecenderungan untuk menghindarkan diri dari kehidupan sosial (kehidupan luar)
dengan memilih untuk menghabiskan waktu berdiam diri di rumah dengan menonton
anime, atau membaca manga, atau bermain game. Kalo otaku sendiri sih masih jadi sebutan yg umum bwt orang
yg tergila2 ama suatu hal, baik itu benda, orang dll. Jadi otaku tuh belom
tentu nijikon ato hikkikomori, belom tentu juga mereka menganggap kehidupan di
animanga tuh perfect. Sifat otaku itu sendiri ga bisa di generalisir begitu aja
soalnya masih ada yg walopun dia otaku tapi masih tetap menjalani/menikmati
hidup di dunia nyata/realita, ada yg mulai tidak tertarik dgn dunia nyata, ada
yg cenderung biasa aj/ normal tapi hanya saat2 tertentu memperlihatkan obsesiny
itu dll.
“ T’rima Kasih “
Tidak ada komentar:
Posting Komentar