Jumat, 23 Maret 2012

Bolehkah Berbicara Ketika Berwudhu ?


berbicara saat berwudhu Bolehkah Berbicara Ketika Berwudhu ?
Hukum berbicara ketika berwudhu tanpa ada hajat atau keperluan adalah makruh bahkan dianjurkan untuk berdzikir ketika berwudhu. Namun ada ketentuan lain yaitu jika ada keperluan yang darurat, penting atau sangat penting, maka diperbolehkan berbicara saat berwudhu bahkan dapat menjadi wajib jika menyangkut , keamanan barang, keselamatan badan atau  terancamnya nyawa, seperti ketika melihat ada orang yang hendak mencuri, anak kecil memegang benda tajam yang membahayakan, orang salah jalan, orang yang hendak digigit ular atau orang buta yang akan jatuh ke dalam sumur dsb. Begitu juga tidak makruh hukum berbicara ketika berwudhu untuk mengucapkan salam atau menjawabnya, bahkan menurut pendapat syekh Zakariya al-Anshori, wajib untuk menjawabnya.
Syukron Ya Sahabat Blogger Buat Kunjungannya. Semoga Bermanfa'at.

Tahukah Anda Akibat Menuduh Orang Lain Orang Kafir ?


menuduh kafir Tahukah Anda Akibat Menuduh Orang Lain Orang Kafir ?
Setiap orang yang berikrar dan  mengucapkan  Syahadat  telah dianggap Muslim. Hidup (jiwa) dan hartanya terlindung. Dalam hal ini tidak diharuskan (tidak perlu) meneliti batinnya.
Menghukumi (menuduh) seseorang bahwa dia orang kafir,  hukumnya amat  berbahaya  dan  akibat  yang akan ditimbulkan bagi yang terhukumi atau tertuduh lebih berbahaya lagi, di antaranya ialah:
1. Bagi istri yang dituduh suaminya sebagai orang kafir, dilarang berdiam bersama suaminya yang kafir, dan mereka harus dipisahkan. Seorang wanita Muslimat tidak sah menjadi istri orang kafir.
2. Bagi anak-anaknya, dilarang berdiam dibawah kekuasaannya,   karena dikhawatirkan akan mempengaruhi mereka. Anak-anak tersebut adalah amanat dan tanggungjawab orang tua. Jika orang tuanya orang kafir, maka menjadi tanggungjawab ummat Islam.
3. Orang kafir tadi kehilangan haknya dari kewajiban-kewajiban masyarakat  atau orang lain yang harus diterimanya, misalnya ditolong,   dilindungi, diberi salam, bahkan dia harus dijauhi sebagai pelajaran.
4. Dia harus dihadapkan kemuka hakim, agar djatuhkan hukuman  baginya, karena telah murtad.
5. Jika orang kafir itu  meninggal, tidak perlu diurusi, dimandikan,   disalati, dikubur di pemakaman Islam, diwarisi dan tidak pula dapat mewarisi.
6. Jika dia meninggal dalam keadaan kufur, maka orang kafir itu mendapat  laknat dan akan jauh dari rahmat Allah. Dengan demikian dia akan kekal dalam neraka.
Demikianlah hukuman yang harus dijatuhkan  bagi  orang  yang menamakan  atau  menganggap golongan tertentu atau seseorang sebagai orang kafir; itulah akibat yang harus ditanggungnya.
Maka, sekali lagi amat berat dan berbahaya menghukumi orang lain orang kafir yang bukan (belum jelas) kekafirannya. Maka berhati-hatilah untuk menyebut orang kafir.

Makna Filosofis Lagu 'GUNDUL-GUNDUL PACUL'


SEKILAS TENTANG LAGU DAERAH JAWA "GUNDUL-GUNDUL PACUL" 

                              

Tembang Jawa ini diciptakan tahun 1400 an oleh Sunan Kalijaga dan teman-temannya yang masih remaja dan mempunyai arti filosofis yg dalam dan sangat mulia.



LIRIK DARI LAGU DAERAH JAWA "GUNDUL-GUNDUL PACUL" 
Gundul gundul pacul-cul,
gembelengan
Nyunggi nyunggi wakul-kul, gembelengan
Wakul ngglimpang
segane dadi sak latar 



MAKNA FILOSOFIS DARI LAGU DAERAH JAWA "GUNDUL-GUNDUL PACUL" 

Gundul:
adalah kepala plonthos tanpa rambut. Kepala adalah lambang kehormatan, kemuliaan seseorang.
Rambut adalah mahkota lambang keindahan kepala.
Maka gundul artinya kehormatan yang tanpa mahkota.
Sedangkan pacul:
adalah cangkul yaitu alat petani yang terbuat dari lempeng besi segi empat.
Pacul:
adalah lambang kawula rendah yang kebanyakan adalah petani.
Gundul pacul artinya:
bahwa seorang pemimpin sesungguhnya bukan orang yang diberi mahkota tetapi dia adalah pembawa pacul untuk mencangkul, mengupayakan kesejahteraan bagi rakyatnya.

Orang Jawa mengatakan pacul adalah papat kang ucul (empat yang lepas).Artinya bahwa:
kemuliaan seseorang akan sangat tergantung empat hal
Bagaimana menggunakan mata, hidung, telinga dan mulutnya :
1. Mata digunakan untuk melihat kesulitan rakyat.
2. Telinga digunakan untuk mendengar nasehat.
3. Hidung digunakan untuk mencium wewangian kebaikan.
4. Mulut digunakan untuk berkata-kata yang adil.

Jika empat hal itu lepas, maka lepaslah kehormatannya.

Gembelengan:
Gembelengan artinya: besar kepala, sombong dan bermain-main dalam menggunakan kehormatannya.
Banyak pemimpin yang lupa bahwa dirinya sesungguhnya mengemban amanah rakyat. Tetapi dia malah:

1. Menggunakan kekuasaannya sebagai kemuliaan dirinya.
2. Menggunakan kedudukannya untuk. berbangga-bangga di antara manusia.
3. Dia menganggap kekuasaan itu karena kepandaiannya.

Nyunggi wakul, gembelengan Nyunggi wakul artinya:
membawa bakul (tempat nasi) di kepalanya.Banyak pemimpin yang lupa bahwa dia mengemban amanah penting membawa bakul dikepalanya.

Wakul adalah:
simbol kesejahteraan rakyat.

Kekayaan negara, sumberdaya,
Pajak adalah isinya. Artinya bahwa kepala yang dia anggap kehormatannya berada di bawah bakul milik rakyat.

Kedudukannya di bawah bakul rakyat.
Siapa yang lebih tinggi kedudukannya, pembawa bakul atau pemilik bakul?

Tentu saja pemilik bakul.
Pembawa bakul hanyalah pembantu si pemiliknya. Dan banyak pemimpin yang masih gembelengan (melenggak lenggokkan kepala dengan sombong dan bermain-main).
Akibatnya;
Wakul ngglimpang segane dadi sak latar Bakul terguling dan nasinya tumpah ke mana-mana.

Jika pemimpin gembelengan, maka sumber daya akan tumpah ke mana-mana. Dia tak terdistribusi dengan baik. Kesenjangan ada dimana-mana. Nasi yang tumpah di tanah tak akan bisa dimakan lagi karena kotor. Maka gagallah tugasnya mengemban amanah rakyat

Semoga kita jadi pribadi yang memiliki integritas 
sehingga siap menjadi suri tauladan dimanapun kita berada.

Makasih Ya Gan Buat Kunjungannya, Smeoga Bermanfaat : )

Sabtu, 17 Maret 2012

7 Golongan Yang Mendapat Naungan Di Akhirat


Pada hari pertama pengadilan di padang mahsyar, seluruh manusia berhimpun semenjak manusia pertama iaitu Nabi Adam sehinggalah manusia terakhir. Keadaan manusia pada hari itu sesuai dengan amalannya semasa di dunia dahulu. Rasulullah SAW menggambarkan ada tujuh golongan manusia yang akan mendapat pertolongan dan naungan pada hari itu, menerusi sabda beliau yang maksudnya:
“Sebilangan manusia yang dinaungi Allah di bawah naungan-Nya pada hari kiamat iaitu hari yang tidak ada sebarang naungan padanya selain daripada naungan Allah; di antaranya ialah: Pemerintah yang adil, pemuda yang hidupnya sentiasa dalam mengerjakan ibadah kepada Tuhannya, orang yang hatinya sentiasa terikat dengan masjid, dua orang yang berkasih sayang kerana Allah di mana kedua-duanya berkumpul dan berpisah untuk mendapat keredaan Allah, orang yang dipujuk oleh perempuan yang kaya lagi rupawan untuk bersatu dengannya lalu ia menolak dengan berkata: “Aku takut kepada Allah!”, orang yang bersedekah secara bersembunyi sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diberi oleh tangan kanannya, dan orang yang menyebut atau mengingat Allah dengan keadaan tidak ada dalam ingatannya perkara lain, lalu menitis air matanya kerana mengingatkan sifat Jalal dan sifat Jamal Allah.” (HR. Abu Daud dan Ibnu Majah)


Terdapat tujuh golongan yang bakal mendapat naungan di hari akhirat kelak iaitu sesuai dengan hadith di atas, iaitu:
  1. Pemerintah yang adil. Ini kerana tanggungjawab dipikul pemerintah dalam melaksanakan keadilan adalah perkara yang amat berat dan bukanlah mudah bagi seorang pemimpin untuk melaksanakan keadilan terhadap semua rakyatnya. Sekiranya keadilan ini berjaya ditunaikan, ganjarannya adalah amat besar sekali. Namun jika gagal, dia menjadi pemerintah yang zalim dan azab menanti di akhirat.
  2. Pemuda yang hidupnya sentiasa mengerjakan ibadat kepada Tuhannya. Ini kerana sebaik-baik masa dan semahal-mahal harganya di dalam hidup seseorang manusia adalah ketika alam remaja kerana pada usia muda seseorang berbagai ujian dan godaan terpaksa ditempuhi. Maka beruntunglah pemuda yang berjaya melepasi rintangan itu.
  3. Orang yang hatinya sentiasa terikat dengan masjid. Sesungguhnya terdapat hadis menyebutkan bahawa dua hayunan kaki yang melangkah ke masjid ganjarannya amat besar di sisi Allah SWT dan dikategorikan sebagai satu sedekah.
  4. Dua orang yang berkasih sayang kerana Allah di mana kedua-duanya berkumpul dan berpisah untuk mendapat keredaan Allah. Hubungan yang terjalin di atas dasar yang bercanggah dengan syariat sehingga melanggar batas agama, adab kesopanan dan sebagainya adalah hubungan yang menjurus ke arah dosa dan maksiat. Seharusnya ikatan kasih sayang yang dijalinkan sesama manusia mestilah ikhlas kerana Allah agar perhubungan itu mendapat pahala, restu dan keberkatan daripada-Nya.
  5. Orang yang dipujuk oleh perempuan yang kaya lagi rupawan untuk berzina lalu dia menolak dengan berkata: “Aku takut kepada Allah!” Ini menunjukkan keimanan dan ketakwaan yang sebenar berjaya menangkis segala bentuk godaan yang datang. Hal ini bukanlah mudah kerana tanpa kekuatan iman seseorang itu pasti akan mudah terpengaruh dengan bisikan nafsu dan akhirnya terjebak dalam perbuatan zina.
  6. Orang yang bersedekah secara bersembunyi sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diberi oleh tangan kanannya. Ia menggambarkan mengenai keikhlasan hati orang yang bersedekah. Sesungguhnya tidak ramai orang dapat menyembunyikan kebaikan dilakukannya melainkan akan terdapat perasaan riak dan ingin menunjuk supaya mendapat pujian atau sanjungan dari orang ramai.
  7. Orang yang menyebut atau mengingati Allah dengan keadaan tidak ada dalam ingatannya perkara lain, lalu menitis air matanya kerana mengingatkan sifat Jalal dan sifat Jamal Allah. Inilah sifat muslim mukmin sejati yang mempunyai perasaan cintakan Allah dengan sepenuh hatinya. Dia sentiasa memikirkan dan menghayati kejadian dan keagungan ciptaan Allah serta sifat-Nya yang Maha Agung. Oleh yang demikian hati, fikiran dan jiwanya terhindar daripada perkara yang melalaikan.

Wallahua’lam.
Sumber: Buku Malam Pertama Di Syurga – Adil Akhyar, SH, LL.M
Sumber: http://www.ataphijau.com/

Mengumpat – Haruskah ?



Rasulullah S.A.W bertanya para sahabat: “Adakah kamu tahu apa makna mengumpat?”
Para sahabat menjawab: “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.”
Rasulullah S.A.W menjelaskan yang bermaksud: “Kamu menyebut sesuatu tentang saudaramu yang ia benci.”
Sahabat bertanya: “Sekiranya apa yang saya sebutkan itu benar-benar wujud, adakah dikira mengumpat juga?”
Rasulullah S.A.W menerangkan: “ ekiranya apa yang kamu sebut itu benar wujud berlaku, maka kamu dikira mengumpat. Dan sekiranya apa yang kamu sebut itu tidak benar, maka kamu dikira telah memfitnahnya.”
(Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Muslim)


Perbuatan menyebut sesuatu yang benar-benar wujud (berlaku) tentang seseorang yang sekiranya ia mengetahuinya, ia pasti akan marah.
Dalam kitab Al Azkar, Imam Al-Nawawi menyediakan takrif yang terperinci:
“Kamu menyebut tentang saudaramu yang ia memarahinya sama ada perkara tersebut berkaitan dengan tubuh badan, agama, dunia, diri, fizikal, akhlak, harta, anak, ayah, pasangan, khadam, hamba, serban, baju, cara berjalan, bergerak, senyuman, masam wajah dan segalanya yang berkaitan dengan dirinya, sama ada dengan cara menyebut, menulis, isyarat mata, kepala dan sebagainya.”
Allah membuat perumpamaan dalam Al Quran Surah Al-Hujurat ayat 12 bahawa mengumpat itu umpama seseorang memakan daging saudaranya telah mati.
Ketika peristiwa Israk MIkraj, Rasulullah S.A.W diperlihatkan suatu situasi yang sangat mengerikan iaitu satu kaum yang memiliki kuku dari tembaga sedang mencakar-cakar wajah dan dada mereka sendiri.

Baginda bertanya kepada Jibrail: “ Siapakah mereka itu?”
Jibrail menjawab “ Mereka ialah orang yang memakan daging manusia (mengumpat) dan menjatuhkan maruah orang lain. (Riwayat Abu Daud)

Berdasarkan perumpamaan ini, para ulama menyimpulkan bahawa hukum mengumpat adalah haram dan termasuk dosa besar yang menuntut pelakunya melakukan taubat yang khusus berserta memohon kemaafan daripada orang yang diumpatnya.
Imam al-Ghazali ada menyebut enam perkara yang mendorong seseorang itu mengumpat:
  1. Ingin memuaskan hati disebabkan kemarahan yang memuncak hingga sanggup mendedahkan keaiban dan kesalahan orang lain. Jika kemarahan tidak dapat dikawal, ia boleh menimbulkan hasad dan dendam
  2. Suka mendengar dan mengikuti perbualan orang yang menyerang peribadi dan kehormatan seseorang
  3. Mahu bersaing dan menonjolkan diri dengan menganggap orang lain bodoh serta rendah kedudukannya
  4. Disebabkan dengki, dia iri hati dengan orang lain yang lebih beruntung dan berjaya, seperti dinaikkan gaji dan pangkat
  5. Bergurau dan membuat lawak dengan tujuan mencela dan mengatakan kelemahan dan kecacatan hingga mengaibkan orang lain
  6.  Sikap suka mengejek dan mencela disebabkan rasa bongkak dan sombong kerana memandang rendah orang lain.
Dalam kitab Ihya’ Ulum al-Din, Imam Al-Ghazali menyatakan 6 keuzuran (situasi) yang mengharuskan mengumpat:
  1. Mengadu kezaliman dan pengkhianatan yang berlaku. Hal ini dijelaskan dalam Al-Quran surah An-Nisa ayat 148 yang bermaksud:“ Allah tidak menyukai ucapan buruk (yang diucapkan) dengan terus terang kecuali oleh orang yang dianiaya. Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
  1. Meminta pertolongan untuk mengubah kemungkaran yang berlaku, maka didedahkan kemungkaran tersebut.
  2. Meminta fatwa akan sesuatu hal seperti isteri menceritakan perbuatan jahat suami atau sebaliknya, berdasarkan aduan isteri Abu Sufyan kepada Rasulullah S.A.W tentang suaminya yang kedekut.
  3. Menyelamatkan saudaranya daripada kejahatan seseorang seperti mendedahkan kejahatan seorang hamba yang bakal dibeli (dalam konteks situasi semasa ialah pekerja) dan seseorang yang ingin dieserahkan amanah kepadanya. Demikian juga seseorang yang ditanya tentang perempuan atau lelaki yang bakal dikahwini, maka harus mendedahkan keburukannya sekiranya ada.
  4. Bila seseorang itu telah dikenal dengan nama julukan seperti si pendek dan sebagainya atau memperkenalkan seseorang yang memang terkenal dengan gelaran tertentu. Jika tujuannya menghina, maka haram hukumnya.
  5. Seseorang yang melakukan kefasiqan secara terang-terangan seperti lelaki atau perempuan yang mengubah jantinya, peminum arak, penzina dan sebagainya. Ketika menceritakan keburukan tersebut, kita tidak boleh menambah-nambah dan sepanjang niat kita dalam melakukan hal itu hanya untuk kebaikan.
Setiap perkara darurat hanya mengharuskan sesuatu yang dilarang sekadar yang diperlukan untuk mengatasi darurat itu sahaja.

Solat : Terapi Semula Jadi




Banyak cabaran nak pastikan amalan solat kita dalam keadaan ‘tip-top’, antaranya solat di awal waktu. Disertakan fakta sains sebagai motivasi untuk kita lebih bersungguh mematuhi waktu yang disusun oleh Allah Yang Maha Mengetahui apa yang baik buat hambaNya.
Setiap peralihan waktu solat sebenarnya menunjukkan perubahan tenaga alam ini yang boleh diukur dan dicerap melalui perubahan warna alam. Rasanya fenomena perubahan warna alam adalah sesuatu yang tidak asing bagi mereka yang terlibat dalam bidang fotografi.



Sebagai contoh, pada waktu subuh alam berada dalam spektrum warna biru muda yang bersamaan dengan frekuensi tiroid yang mempengaruhi sistem metabolisma tubuh. Jadi warna biru muda atau waktu Subuh mempunyai rahsia berkaitan dengan penawar/rezeki dan komunikasi.
Mereka yang kerap tertinggal waktu Subuhnya ataupun terlewat secara berulang-ulang kali, lama kelamaan akan menghadapi masalah komunikasi dan rezeki. Ini kerana tenaga alam iaitu biru muda tidak dapat diserap oleh tiroid yang mesti berlaku dalam keadaan roh dan jasad bercantum (keserentakan ruang dan masa) – dalam erti kata lain jaga daripada tidur. Disini juga dapat kita cungkil akan rahsia diperintahkan solat diawal waktu. Bermulanya saja azan subuh, tenaga alam pada waktu itu berada pada tahap optimum. Tenaga inilah yang akan diserap oleh tubuh melalui konsep resonan pada waktu rukuk dan sujud. Jadi mereka yang terlewat subuhnya sebenarnya sudah mendapat tenaga yang tidak optimum lagi.

Warna alam seterusnya berubah ke warna hijau (isyraq & dhuha) dan kemudian warna kuning menandakan masuknya waktu Zuhur. Spektrum warna pada waktu ini bersamaan dengan frekuensi perut dan hati yang berkaitan dengan sistem penghadaman. Warna kuning ini mempunyai rahsia yang berkaitan dengan keceriaan. Jadi mereka yang selalu ketinggalan atau terlewat Zuhurnya berulang-ulang kali dalam hidupnya akan menghadapi masalah di perut dan hilang sifat cerianya. Orang yang tengah sakit perut ceria tak ?

Kemudian warna alam akan berubah kepada warna oren, iaitu masuknya waktu Asar di mana spektrum warna pada waktu ini bersamaan dengan frekuensi prostat, uterus, ovari dan testis yang merangkumi sistem reproduktif. Rahsia warna oren ialah kreativiti. Orang yang kerap tertinggal Asar akan hilang daya kreativitinya dan lebih malang lagi kalau di waktu Asar ni jasad dan roh seseorang ini terpisah (tidur la tu …). Dan jangan lupa, tenaga pada waktu Asar ni amat diperlukan oleh organ-organ reproduktif kita.

Menjelang waktu Maghrib, alam berubah ke warna merah dan di waktu ini kita kerap dinasihatkan oleh orang-orang tua agar tidak berada di luar rumah. Ini kerana spektrum warna pada waktu ini menghampiri frekuensi jin dan iblis (infra-red) dan ini bermakna jin dan iblis pada waktu ini amat bertenaga kerana mereka resonan dengan alam. Mereka yang sedang dalam perjalanan juga seelok-eloknya berhenti dahulu pada waktu ini (solat Maghrib dulu la …) kerana banyak interferens (pembelauan) berlaku pada waktu ini yang boleh mengelirukan mata kita. Rahsia waktu Maghrib atau warna merah ialah keyakinan, pada frekuensi otot, saraf dan tulang.
Apabila masuk waktu Isyak, alam berubah ke warna Indigo dan seterusnya memasuki fasa Kegelapan. Waktu Isyak ini menyimpan rahsia ketenteraman dan kedamaian di mana frekuensinya bersamaan dengan sistem kawalan otak. Mereka yang kerap ketinggalan Isyaknya akan selalu berada dalam kegelisahan.

Alam sekarang berada dalam Kegelapan dan sebetulnya, inilah waktu tidur dalam Islam. Tidur pada waktu ini dipanggil tidur delta dimana keseluruhan sistem tubuh berada dalam kerehatan. Selepas tengah malam, alam mula bersinar kembali dengan warna putih, merah jambu dan seterusnya ungu di mana ianya bersamaan dengan frekuensi kelenjar pineal, pituitari, talamus dan hipotalamus. Tubuh sepatutnya bangkit kembali pada waktu ini dan dalam Islam waktu ini dipanggil Qiamullail.
Begitulah secara ringkas perkaitan waktu solat dengan warna alam. Manusia kini sememangnya telah sedar akan kepentingan tenaga alam ini dan inilah faktor adanya bermacam-macam kaedah meditasi yang dicipta seperti taichi, qi-gong dan sebagainya. Semuanya dicipta untuk menyerap tenaga-tenaga alam ke sistem tubuh.

Kita sebagai umat Islam sepatutnya bersyukur kerana telah dikurniakan syariat solat oleh Allah s.w..t tanpa perlu kita memikirkan bagaimana hendak menyerap tenaga alam ini. Hakikat ini seharusnya menginsafkan kita bahawa Allah s.w.t mewajibkan solat ke atas hambanya atas sifat pengasih dan penyayang-Nya sebagai pencipta kerana Dia tahu hamba-Nya ini amat-amat memerlukannya. Adalah amat malang sekali bagi kumpulan manusia yang amat cuai dalam menjaga solatnya tapi amat berdisiplin dalam menghadiri kelas taichinya.

Allah is The Great!! Allah is The All-Knowing!! We are so blessed to be muslim and to be allowed to see Ramadhan again this year….

فَبِأَيِّ آلاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

“Then which of the favours of your Lord will ye deny?”
“Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?”

Semoga dengan sedikit perkongsian ini kita semua akan lebih BERSYUKUR kerana kita dilahirkan sebagai hambaNya dan sebagai ummat Islam. Sesungguhnya kekuasaanNya tiada tolak bandingan.

Sumber: Facebook Mayee Nazrich MN

Keutamaan Hari Jum'at



Hari Jum’at memiliki beberapa keutamaan sebagaimana terdapat dalam beberapa hadis Nabi, diantaranya:

Pertama. Hari Jum’at adalah hari yang paling utama diantara hari-hari lainnya.



Kedua. Nabi Adam Alaihissalam diciptakan pada hari Jum’at dan pada hari ini pula diwafatkan. Pada hari ini ia dimasukkan ke dalam syurga dan pada hari ini pula dikeluarkan dari syurga.

Ketiga. Hari kiamat akan terjadi pada hari Jum’at. Abu Hurairah Radhiyalahu ‘anhu meriwayatkan, bahawa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
خَيْرُ يَوْمٍ طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ يَوْمُ الْجُمُعَةِ، فِيْهِ خُلِقَ آدَمُ، وَفِيْهِ أُدْخِلَ الْجَنَّةَ، وَفِيْهِ أُخْرِجَ مِنْهَا، وَلاَ تَقَوْمُ السَّاعَةُ إِلاَّ فِي يَوْمِ الْجُمُعَة
“Sebaik-baik hari yang matahari terbit padanya adalah hari Jum’at; pada hari ini Adam as diciptakan, pada hari ini (Adam Alaihissalam) dimasukkan ke dalam syurga, dan pada hari ini pula ia dikeluarkan dari syurga. Dan tidaklah kiamat akan terjadi kecuali pada hari ini. (HR Muslim, no. 854)

Dalam riwayat Aus bin Aus Radhiyallahu ‘anhu dengan lafal:
إِنَّ مِنْ أَفْضَلِ أَيَّامِكُمْ يَوْمُ الْجُمُعَةِ، فِيْهِ خُلِقَ آدَمُ، وَفِيْهِ قُبِضَ، وَفِيْهِ النَّفْخَةُ، وَفِيْهِ الصَّعِقَةُ …….
“Sesungguhnya seutama-utama hari kalian adalah hari Jum’at ; pada hari ini Adam Alaihissalam diciptakan, pada hari ini pula ia dimatikan, pada hari ini ditiupkan sangkakala (tanda kiamat), dan pada hari ini pula hari kebangkitan”

Keempat. Hari Jum’at merupakan keistimewaan dan hidayah yang Allah berikan kepada umat Islam yang tidak diberikan kepada umat-umat lain sebelumnya. Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
نَحْنُ اْلآخِرُوْنَ اْلأَوَّلُوْنَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَنَحْنُ أَوَّلُ مَنْ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ بَيْدَ أَنَّهُمْ أُوْتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِنَا وَأُوْتِيْنَاهُ مِنْ بَعْدِهِمْ فَاخْتَلَفُوْا فَهَدَانَا اللهُ لِمَا اخْتَلَفُوْا فِيهِ مِنَ الْحَقِّ، فَهَذَا يَوْمُهُمُ الَّذِيْ اخْتَلَفُوْا فِيْهِ هَدَانَا اللهُ لَهُ –قَالَ: يَوْمُ الْجُمْعَةِ-، فَالْيَوْمُ لَنَا وَغَداً لِلْيَهُوْدِ وَبَعْدَ غَدٍ لِلنَّصَارَى.
“Kita adalah umat yang datang terakhir tapi paling awal datang pada hari kiamat, dan kita yang pertama kali masuk syurga, cuma mereka diberi Kitab sebelum kita sedangkan kita diberi Kitab setelah mereka. Kemudian mereka berselisih, lalu Allah memberi kita hidayah terhadap apa yang mereka perselisihkan. Inilah hari yang mereka perselisihkan, dan Allah berikan hidayah berupa hari ini kepada kita (Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebut hari Jum’at). Maka hari (Jum’at) ini untuk kita (umat Islam), besok (Sabtu) untuk umat Yahudi dan lusa (Ahad) untuk umat Nasrani”. (HR Muslim, no. 855)

Dalam riwayat lain dari Hudzaifah Radhiyallahu ‘anhu dengan lafadz:
أَضَلَّ اللهُ عَنِ الْجُمُعَةِ مَنْ كَانَ قَبْلَنَا، فَكَانَ لِلْيَهُوْدِ يَوْمُ السَّبْتِ وَكَانَ لِلنَّصَارَى يَوْمُ اْلأَحَدِ، فَجَاءَ اللهُ بِنَا فَهَدَانَا اللهُ لِيَوْمِ الْجُمُعَةِ فَجَعَلَ الْجُمُعَةَ وَالسَّبْتَ وَاْلأَحَدَ، وَكَذَلِكَ هُمْ تَبَعٌ لَنَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ، نَحْنُ اْلآخِرُوْنَ مِنْ أَهْلِ الدُّنْيَا وَاْلأَوَّلُوْنَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ الْمَقْضِيَّ لَهُمْ قَبْلَ الْخَلاَئِقِ.
Allah telah menyesatkan orang-orang sebelum kita dari hari Jum’at, maka umat Yahudi memperoleh hari Sabtu, umat Nasrani memperoleh hari Ahad. Lalu Allah mendatangkan kita dan memberi kita hidayah untuk memperoleh hari Jum’at. Maka Allah menjadikan hari Jum’at, Sabtu dan Ahad, dan mereka (umat sebelum kita) berada di belakang kita pada hari kiamat. Kita datang paling akhir di dunia, tetapi paling awal datang di hari kiamat yang telah ditetapkan untuk mereka sebelum diciptakan seluruh makhluk” (HR Muslim, no. 856)

Kelima. Pada hari Jum’at ini terdapat saat-saat terkabulnya do’a, terutama pada akhir-akhir siangnya setelah Asar. Berdasarkan riwayat dari Abu Hurairah bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
إِنَّ فِي الْجُمُعَةِ لَسَاعَةً لاَ يُوَافِقُهَا مُسْلِمٌ قَائِمٌ يُصَلِّيْ يَسْأَلُ اللهَ خَيْراً إِلاَّ أَعْطَاهُ إِيَّاهُ، قَالَ: وَهِيَ سَاعَةٌ خَفِيْفَةٌ
“Sesungguhnya pada hari Jum’at ada saat-saat, iaitu seorang muslim tidaklah ia berdiri solat dan meminta kebaikan kepada Allah, melainkan Allah akan memberinya.” Lalu Beliau berkata,”Dan saat-saat tersebut adalah saat yang singkat.” (HR Muslim, no. 852)

Dalam riwayat Jabir Radhiyallahu ‘anhu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
يَوْمُ الْجُمُعَةِ اثْنَتَا عَشْرَةَ سَاعَةً لاَ يُوْجَدُ فِيْهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللهَ شَيْئاً إِلاَّ آتَاهُ إِيَّاهُ، فَالْتَمِسُوْهَا آخِرَ سَاعَةٍ بَعْدَ الْعَصْرِ. ”
(Siang) hari Jum’at itu dua belas jam. Tidaklah didapati seorang hamba muslim pada saat-saat ini meminta sesuatu kepada Allah, melainkan Allah akan memberinya. Maka carilah pada akahir saat-saat tersebut setelah Asar”

PERKARA-PERKARA YANG DISYARI’ATKAN PADA HARI JUM’AT.
Hari Jum’at, disamping memiliki keutamaan sebagaimana telah disebutkan di atas, Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menetapkan syari’at khusus untuk hari ini, yaitu;
Pertama : Solat Jum’at. Mengenai solat Jum’at ini akan dikupas beberapa hal berikut ini.

a). Kewajiban menunaikan solat Jum’at. Hal itu berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلاةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسَعَوْا إِلَى ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ.
“Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan solat pada hari Jum’at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual-beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui” (Al Jumu’ah: 9)

Kewajiban ini bersifat fardhu ‘ain atas setiap muslim secara berjama’ah, kecuali lima golongan iaitu: hamba sahaya, wanita, anak kecil (yang belum baligh), orang sakit dan musafir. Hal ini berdasarkan beberapa riwayat berikut. Dari Thariq bin Syihab dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
الْجُمْعَةُ حَقٌّ وَاجِبٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ فِيْ جَمَاعَةٍ إِلاَّ أَرْبَعَةٌ: عَبْدٌ مَمْلُوْكٌ، أَوِ امْرَأَةٌ، أَوْ صَبِيٌّ، أَوْ مَرِيْضٌ.
“(Solat) Jum’at itu adalah wajib atas setiap muslim secara berjama’ah, kecuali empat (golongan) iaitu: hamba sahaya, wanita, anak kecil (yang belum baligh) atau orang sakit” [6] Dari Ibnu Umar dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لَيْسَ عَلَى الْمُسَافِرِ جُمْعَةٌ
“Tidak ada kewajiban atas musafir (untuk menunaikan) sholat Jum’at” (HR Ad-Daruquthni.II/4)

b). Keutamaan menunaikan sholat Jum’at. Tidaklah syari’at memerintahkan suatu perkara, melainkan diiringi dengan janji berupa balasan kebaikan, keutamaan dan pahala sebagai pendorong bagi orang-orang yang mau menunaikan perintah tersebut. Diantaranya, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنِ اغْتَسَلَ ثُمَّ أَتَى الْجُمُعَةَ فَصَلَّى مَا قُدِرَ لَهُ ثُمَّ أَنْصَتَ حَتَّى يَخْلُوَ مِنْ خُطْبَتِهِ ثُمَّ يُصَلِّي مَعَهُ غُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْجُمُعَةِ اْلأُخْرَى وَفَضْلُ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ.
“Barangsiapa mandi (wajib) kemudian mendatangi (sholat) Jum’at, lalu ia sholat –sunnat- (sebelum imam datang) sekuat kemampuannya, kemudian diam seksama (mendengarkan imam berkhuthbah) sampai selesai dari khutbahnya, lalu sholat bersamanya, maka akan diampuni (dosanya) antara Jum’at tersebut dengan Jum’at lainnya (sebelumnya) ditambah tiga hari”. (HR Muslim, no. 857)

Dalam hadits yang lain Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمُعَةُ إِلَى الْجُمُعَةِ وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتُنِبَتِ الْكَبَائِرُ.
“(Antara) solat lima waktu, Jum’at ke Jum’at dan Ramadhan ke Ramadhan, terdapat penghapus dosa-dosa, selama tidak melanggar dosa-dosa besar.” (HR Muslim, no. 233)

c). Ancaman terhadap orang yang meninggalkan sholat Jum’at. Disamping menjelaskan tentang keutamaan menunaikan sholat Jum’at, syari’at juga menjelaskan ancaman terhadap orang-orang yang meninggalkan sholat Jum’at kerana meremehkannya. Dalam hal ini terdapat beberapa hadits dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, diantaranya: Sabda Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam,
لَيَنْتَهِيَنَّ أَقْوَامٌ عَنْ وَدْعِهِمُ الْجُمُعَاتِ أَوْ لَيَخْتِمَنَّ اللهُ عَلَى قُلُوْبِهِمْ ثُمَّ لَيَكُوْنُنَّ مِن الْغَافِلِيْنَ.
“Sungguh hendaknya orang-orang itu berhenti dari meninggalkan sholat Jum’at atau (kalau tidak maka) Allah akan mengunci hati-hati mereka kemudian mereka akan menjadi orang-orang yang lalai.” (HR Muslim, no. 856)

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لَقَدْ هَمَمْتُ أَنْ آمُرَ رَجُلاً يُصَلِّي بِالنَّاسِ ثُمَّ أَحْرَقَ عَلَى رِجَالٍ يَتَخَلَّفُوْنَ عَنِ الْجُمُعَةِ بُيُوْتَهُمْ.
“Sungguh saya bertekad untuk memerintahkan seseorang mengimami sholat bagi manusia, kemudian saya bakar rumah orang-orang yang meninggalkan (sholat) Jum’at.” (HR Muslim, no. 652)

Sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam,
مَنْ تَرَكَ ثَلاَثَ جُمَعٍ تَهَاوُناً بِهَا طَبَعَ اللهُ عَلَى قَلْبِهِ.
“Barangsiapa meninggalkan solat Jum’at sebanyak tiga kali kerana meremehkannya, maka Allah akan mengunci hatinya.”


Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,
مَنْ تَرَكَ ثَلاَثَ جُمُعَاتٍ مِنْ غَيْرِ عُذْرٍ كُتِبَ مِنَ الْمُنَافِقِيْنَ.
“Barangsiapa meninggalkan tiga kali sholat Jum’at tanpa uzur, maka dia tercatat sebagai golongan orang-orang munafik.”
d). Waktu pelaksanaannya. Waktu pelaksanaannya adalah pada waktu Dhuhur, berdasarkan riwayat dari Anas Radhiyallahu ‘anhu,
أَنَّ النَّبِيَّ كَانَ يُصَلِّي الْجُمُعَةَ حِيْنَ تَمِيْلُ الشَّمْسُ.
“Bahawa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menunaikan sholat Jum’at ketika matahari tergelincir (yakni masuk waktu Zuhur).” (HR Al-Bukhari, no. 862)
Sebahagian ulama membolehkan pelaksanaannya –beberapa saat- sebelum masuk waktu Zuhur (sebelum matahari benar-benar tergelincir). Mereka berdalil dengan riwayat dari Jabir bin Abdullah Radhiyallahu ‘anhu ketika ia ditanya,
“Bila Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menunaikan sholat Jum’at?”
Dia menjawab,”(Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam) pernah menunaikan solat Jum’at, kemudian (selesai solat) kami pergi menuju unta-unta kami untuk mengistirahatkannya ketika matahari tergelincir.” (HR Muslim, no. 858)
(Bererti Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah sholat Jum’at sebelum matahari tergelincir).
Kedua. Khuthbah Jum’at.
a). Hukumnya. Khutbah Jum’at hukumnya wajib, kerana Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah meninggalkannya, dan berdasarkan keumuman sabda Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam,
صَلُّوْا كَمَا رَأَيْتُمُوْنِيْ أُصَلِّيْ.
“Solatlah sebagaimana kalian melihat aku solat.” (HR Al-Bukhari, no. 605)
Khuthbah Jum’at ini termasuk dalam rangkaian pelaksanaan solat Jum’at yang dilakukan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukannya sebelum solat.

Sumber: Facebook Sham Kamikaze

20 Kalimat Untuk Memotivasi Anda

Wah, Dah Lama Nih Ane Ngga' Posting Artikel. Banyak Tugas Sekolah Soalnya Gan, Tapi Kali Ini Ane Agan Berbagi Sedikit Artikel Yang Didapat Dari Blog Temen.
Baiklah, Berikut 20 Kalimat Dari Orang-Orang Terdahulu, Yang Dapat Memotivasi Kita: 



 1. To avoid criticism, do nothing, say nothing, be nothing” – Elbert Hubbard
“Untuk menghindari kritikan, jangan lakukan apapun, jangan katakan apapun, jangan menjadi apapun - Elbert Hubbard”

2. Those who cannot change their minds cannot change anything” -George Bernard Shaw
“Mereka yang tidak bisa mengubah pikiran mereka, tidak bisa mengubah apapun – George Bernard Shaw”

3. “The consequences of today are determined by the actions of the past. To change your future, alter your decisions today.” ~ Anonymous
“Konsekuensi dari hari ini ditentukan oleh tindakan anda di masa lalu. Untuk mengubah masa depan anda, ubahlah keputusan anda hari ini – tidak diketahui”

4. “You must be the change you wish to see in the world” – Gandhi
“Anda harus menjadi perubahan yang ingin anda lihat di dunia ini – Gandhi”

5. Many of life’s failures are people who did not realize how close they were to success when they gave up” – Thomas Edison.
“Banyak kegagalan hidup adalah orang yang tidak menyaradari betapa dekatnya mereka dengan kesuksesan ketika mereka menyerah – Thomas Edison”

6. You will not be punished for your anger; you will be punished by your anger” – Buddha
“Anda tidak akan dihukum untuk kemarahan anda, anda akan dihukum oleh kemarahan anda – Buddha”

7. “A ship is safe in harbor, but that is not what a ship was built for” – William H Shedd
“Kapal akan aman di pelabuhan, tapi bukan itu tujuan kapal itu dibuat – William H Shedd”

8. Watch your thoughts, they become words. Watch your words, they become actions. Watch your actions, they become habits. Watch your habits, they become your character. Watch your character, it becomes your destiny” – Author unknown although sometimes attributed to Frank Outlaw.
“Perhatikan pikiran anda, mereka menjadi kata – kata. Perhatikan kata – kata anda, mereka menjadi tindakan. Perhatikan tindakan anda, mereka menjadi kebiasaan. Perhatikan kebiasaan anda, mereka menjadi karakter anda. perhatikan karakter anda, itu akan menjadi takdir anda.- tidak dikenal tapi sering dikaitkan dengan Frank Outlaw”

9. “Whether you think you can or think you can’t, you’re right.” – Henry Ford
“Tidak peduli anda berpikir bisa atau tidak bisa, anda benar – Henry Ford”

10. “There are only two ways to live your life. One is as though nothing is a miracle. The other is as though everything is a miracle.” – Albert Einstein
“Hanya ada dua cara untuk menjalani hidup anda. Yang pertama adalah bahwa tidak ada keajaiban. Yang lainnya adalah bahwa semuanya adalah keajaiban – Albert Einstein”

11. “When one door closes, another opens; but we often look so long and so regretfully upon the closed door that we do not see the one which has opened for us.” – Alexander Graham Bell
“Ketika satu pintu tertutup, pintu yang lain terbuka; tapi kita sering melihat dengan lama dan penuh penyesalan terhadap pintu yang tertutup sehingga kita tidak melihat pintu yang lainnya yang telah terbuka untuk kita – Alexander Graham Bell”

12. “Your time is limited, so don’t waste it living someone else’s life. Don’t be trapped by dogma — which is living with the results of other people’s thinking. Don’t let the noise of others’ opinions drown out your own inner voice. And most importantly, have the courage to follow your heart and intuition. They somehow already know what you truly want to become. Everything else is secondary.” - Steve Jobs
“Waktu anda terbatas, jadi jangan sia siakan dengan hidup dalam kehidupan orang lain. Jangan terperangkap oleh dogma – dimana anda hidup dengan apa yang orang lain pikirkan. Jangan biarkan suara dari pendapat orang lain menenggelamkan suara batin anda sendiri. Dan yang terpenting, miliki keberanian untuk mengikuti hati dan intuisimu. Mereka terkadang sudah tahu akan menjadi apa anda sebenarnya. Yang lainnya hanya tambahan – Steve Jobs”

13. “There’s no next time. It’s now or never.” – Celestine Chua
“Tidak ada lain kali, sekarang atau tidak sama sekali – Celestine Chua”

14. “When you don’t get what you want, you suffer. If you get it, you suffer too since you can’t hold on to it forever.” – Peaceful Warrior, on the fallacy of attachment
“Ketika anda tidak mendapat apa yang anda inginkan, anda menderita. Ketika anda mendapatkannya, anda juga menderita karena anda tidak bisa berpegang padanya selamanya – Pejuang perdamaian”

15. Every moment you get is a gift. Spend it on things that matter. Don’t spend it by dwelling on unhappy things.” - Celestine Chua
“Setiap waktu yang anda miliki adalah hadiah. Gunakanlah untuk hal hal yang penting. Jangan gunakan untuk berdiam dalam hal hal yang tidak membahagiakan – Celestine Chua”

16. “Honesty is the first chapter in the book of wisdom.” ~ Anonymous
“Kejujuran adalah bab pertama dalam buku kebijaksanaan – tidak diketahui”

17. One person with a belief is equal to a force of 99 who have only interests.” – John Stuart Mill
“Satu orang dengan keyakinan adalah sebanding dengan kekuatan dari 99 orang yang hanya memiliki keinginan – John Stuart Mill”

18. We are all here for some special reason. Stop being a prisoner of your past. Become the architect of your future.” – Robin Sharma
“Kita semua ada di sini karena alasan khusus. Berhentilah menjadi tahanan dari masa lalu anda. jadilah arsitek untuk masa depan anda – Robin Sharma”

19. “Yesterday is history, tomorrow is a mystery. And today? Today is a gift. That’s why we call it the present.” – B. Olatunji
“Kemarin adalah sejarah, esok adalah misteri. Dan hari ini ? hari ini adalah pemberian. Itu sebabnya kita menyebutnya hadiah ( saat ini ) – B. Olatunji”

20. “All our dreams can come true – if we have the courage to pursue them.” – Walt Disney
“Semua mimpi kita akan menjadi nyata – jika kita punya keberanian untuk mengejarnya – Walt Disney”

Thank's For The Visit Gan ^_<