Kamis, 16 Februari 2012

Fakta Besar Tentang Ka'bah


Ternyata Bukan GMT Bukan Di Greenwich, Tapi Di Ka’bah (Fakta Ilmiah)

Ka’bah, rumah Allah sejuta ummat muslim merindukan berkunjung dan menjadi tamu - tamu Allah sang maha pencipta. Kiblatnya (arah) ummat muslim dalam melaksanakan sholat, dari negara manapun semua ibadah sholat menghadap ke kiblat ini.
Istilah Ka’bah adalah bahasa al quran dari kata “ka’bu” yg berarti “mata kaki” atau tempat kaki berputar bergerak untuk melangkah. Ayat 5/6dalam Al-quran menjelaskan istilah itu dg “Ka’bain” yg berarti ‘dua mata kaki’ dan ayat 5/95-96 mengandung istilah ‘ka’bah’ yg artinya nyata “mata bumi” atau “sumbu bumi” atau kutub putaran utara bumi.

Neil Amstrong telah membuktikan bahwa kota Mekah adalah pusat dari planet Bumi. Fakta ini telah di diteliti melalui sebuah penelitian Ilmiah.

Ketika Neil Amstrong untuk pertama kalinya melakukan perjalanan ke luar angkasa dan mengambil gambar planet Bumi, dia berkata, “Planet Bumi ternyata menggantung di area yang sangat gelap, siapa yang menggantungnya ?.”


Para astronot telah menemukan bahwa planet Bumi itu mengeluarkan semacam radiasi, secara resmi mereka mengumumkannya di Internet, tetapi sayang nya 21 hari kemudian website tersebut raib yang sepertinya ada alasan tersembunyi dibalik penghapusan website tersebut.

Setelah melakukan penelitian lebih lanjut, ternyata radiasi tersebut berpusat di kota Mekah, tepatnya berasal dari Ka’Bah. Yang mengejutkan adalah radiasi tersebut bersifat infinite ( tidak berujung ), hal ini terbuktikan ketika mereka mengambil foto planet Mars, radiasi tersebut masih berlanjut terus.

Para peneliti Muslim mempercayai bahwa radiasi ini memiliki karakteristik dan menghubungkan antara Ka’Bah di planet Bumi dengan Ka’bah di alam akhirat.

Makkah Pusat Bumi

Prof. Hussain Kamel menemukan suatu fakta mengejutkan bahwa Makkah adalah pusat bumi. Pada mulanya ia meneliti suatu cara untuk menentukan arah kiblat di kota-kota besar di dunia.

Untuk tujuan ini, ia menarik garis-garis pada peta, dan sesudah itu ia mengamati dengan seksama posisi ketujuh benua terhadap Makkah dan jarak masing-masing. Ia memulai untuk menggambar garis-garis sejajar hanya untuk memudahkan proyeksi garis bujur dan garis lintang.


Setelah dua tahun dari pekerjaan yang sulit dan berat itu, ia terbantu oleh program-program komputer untuk menentukan jarak-jarak yang benar dan variasi-variasi yang berbeda, serta banyak hal lainnya. Ia kagum dengan apa yang ditemukan, bahwa Makkah merupakan pusat bumi.


Ia menyadari kemungkinan menggambar suatu lingkaran dengan Makkah sebagai titik pusatnya, dan garis luar lingkaran itu adalah benua-benuanya. Dan pada waktu yang sama, ia bergerak bersamaan dengan keliling luar benua-benua tersebut. (Majalah al-Arabiyyah, edisi 237, Agustus 1978).

Gambar-gambar Satelit, yang muncul kemudian pada tahun 90-an, menekankan hasil yang sama ketika studi-studi lebih lanjut mengarah kepada topografi lapisan-lapisan bumi dan geografi waktu daratan itu diciptakan.

Telah menjadi teori yang mapan secara ilmiah bahwa lempengan-lempengan bumi terbentuk selama usia geologi yang panjang, bergerak secara teratur di sekitar lempengan Arab. Lempengan-lempengan ini terus menerus memusat ke arah itu seolah-olah menunjuk ke Makkah.

Studi ilmiah ini dilaksanakan untuk tujuan yang berbeda, bukan dimaksud untuk membuktikan bahwa Makkah adalah pusat dari bumi. Bagaimanapun, studi ini diterbitkan di dalam banyak majalah sain di Barat.
Allah berfirman di dalam al-Qur’an al-Karim sebagai berikut:
‘Demikianlah Kami wahyukan kepadamu Al Qur’an dalam bahasa Arab supaya kamu memberi peringatan kepada Ummul Qura (penduduk Makkah) dan penduduk (negeri-negeri) sekelilingnya..’ (asy-Syura: 7)

Kata ‘Ummul Qura’ berarti induk bagi kota-kota lain, dan kota-kota di sekelilingnya menunjukkan Makkah adalah pusat bagi kota-kota lain, dan yang lain hanyalah berada di sekelilingnya. Lebih dari itu, kata ummu (ibu) mempunyai arti yang penting di dalam kultur Islam.

Sebagaimana seorang ibu adalah sumber dari keturunan, maka Makkah juga merupakan sumber dari semua negeri lain, sebagaimana dijelaskan pada awal kajian ini. Selain itu, kata ‘ibu’ memberi Makkah keunggulan di atas semua kota lain.


Makkah atau Greenwich
Berdasarkan pertimbangan yang seksama bahwa Makkah berada tengah-tengah bumi sebagaimana yang dikuatkan oleh studi-studi dan gambar-gambar geologi yang dihasilkan satelit, maka benar-benar diyakini bahwa Kota Suci Makkah, bukan Greenwich, yang seharusnya dijadikan rujukan waktu dunia. Hal ini akan mengakhiri kontroversi lama yang dimulai empat dekade yang lalu.

Ada banyak argumentasi ilmiah untuk membuktikan bahwa Makkah merupakan wilayah nol bujur sangkar yang melalui kota suci tersebut, dan ia tidak melewati Greenwich di Inggris. GMT dipaksakan pada dunia ketika mayoritas negeri di dunia berada di bawah jajahan Inggris. Jika waktu Makkah yang diterapkan, maka mudah bagi setiap orang untuk mengetahui waktu shalat.

Makkah adalah Pusat dari lapisan-lapisan langit

Ada beberapa ayat dan hadits nabawi yang menyiratkan fakta ini. Allah berfirman, ‘Hai golongan jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan.’ (Ar-Rahman : 33)

Kata aqthar adalah bentuk jamak dari kata ‘qutr’ yang berarti diameter, dan ia mengacu pada langit dan bumi yang mempunyai banyak diameter.

Dari ayat ini dan dari beberapa hadits dapat dipahami bahwa diameter lapisan-lapisan langit itu di atas diameter bumi (tujuh lempengan bumi). Jika Makkah berada di tengah-tengah bumi, maka itu berarti bahwa Makkah juga berada di tengah-tengah lapisan-lapisan langit.

Selain itu ada hadits yang mengatakan bahwa Masjidil Haram di Makkah, tempat Ka‘bah berada itu ada di tengah-tengah tujuh lapisan langit dan tujuh bumi (maksudnya tujuh lapisan pembentuk bumi)


http://ngunik.blogspot.com/2011/12/fakta-besar-tentang-kabah-yang-coba.html

Manfa'at Berjalan Kaki




Jalan kaki bisa sembuhkan 8 penyakit loh gan. Makanya, mulai sekarang rajin-rajinlah jalan kaki dan rasakan manfaatnya. Berikut 8 jenis penyakit yang bisa disembuhkan dengan berolahraga yang bertumpu pada kaki tersebut.

1. Serangan Jantung : Jalan kaki bisa menekan risiko serangan jantung. 




































Otot jantung membutuhkan aliran darah lebih deras (dari pembuluh koroner yang memberinya makan) agar bugar dan berfungsi normal memompakan darah tanpa henti. Jalan kaki dengan cepat bisa mengalirkan darah ke dalam jantung. Dengan sering jalan kaki, kolesterol baik (HDL) yang bekerja sebagai spons penyerap kolesterol jahat (LDL) akan meningkat dengan berjalan kaki tergopoh-gopoh. Tidak banyak cara di luar obat yang dapat. Jalan kaki dengan cepat bisa menurunkan risiko serangan jantung menjadi setengahnya.


2. Stroke : Sebuah penelitian dilakukan kepada 70 ribu perawat di Harvard School of Public Health yang dalam bekerja tercatat melakukan kegiatan berjalan kaki sebanyak 20 jam dalam seminggu, hasilnya resiko terserang stroke menurun hingga dua pertiga.


 



3. Membakar Lemak : Rutin berjalan kaki akan meningkatkan metabolisme tubuh. 

           
Selain sejumlah kalori terbuang oleh aktivitas berjalan kaki, kelebihan kalori yang tersimpan didalam tubuh akan ikut terbakar, kemudian kenaikan berat badan tidak terjadi.


4. Melangsingkan Badan : jika anda kelebihan berat badan, mulailah untuk rutin jalan kaki. 

Pergerakan kaki hingga seluruh tubuh mampu menurunkan berat badan dan lemak yang ada diperut anda akan terkikis. Lakukan jalan kaki rutin selama satu jam.


5. Kanker : Gejala kanker akan lenyap dengan sendirinya jika kita rajin jalan kaki. 

Kanker yang bisa ditekan adalah jenis kanker usus besar (colorectal carcinoma). Kita tahu, bergerak badan ikut melancarkan peristaltik usus, sehingga buang air besar lebih tertib. Kanker usus dicetuskan pula oleh tertahannya tinja lebih lama di saluran pencernaan. Sementara dalam sebuah penelitian lain, jalan kaki bisa menurunkan risiko terkena kanker payudara.


6. Mencegah Osteoporosis : Sering jalan kaki bukan hanya otot-otot badan menjadi sehat, rangka atau tulang didalam tubuh anda juga akan menjadi sehat dan kuat. 

 
Osteoporosis tidak cukup hanya dengan rutin mengkonsumsi vitamin D dan asupan kalsium yang banyak, tubuh juga membutuhkan gerak badan dan memerlukan waktu paling kurang 15 menit dibawah sinar matahari pagi dan anda akan terhindar dari osteoporosis.


7. Mencegah Kencing Manis : Dengan rutin jalan kaki sekitar 6 km per jam, waktu tempuh sekitar 50 menit, mampu menunda atau mencegah berkembangnya diabetes tipe 2, khususnya pada mereka yang bertubuh gemuk (National Institute of Diabetes and Gigesive & Kidney Diseases). 

Selama gula darah bisa terkontrol hanya dengan cara bergerak badan (brisk walking), obat tidak diperlukan. Anda hanya membutuhkan jalan kaki rutin untuk terus menjaga kebugaran badan dan terhindar dari diabetes.


8. Depresi : Berjalan kaki dengan cepat bisa menggantikan obat anti depresan yang biasanya diminum secara rutin oleh penderita depresi. 

Mulai sekarang, rajinlah berjalan kaki akan menyembuhkan pasien yang tengah depresi.

Sumber : http://www.jelajahunik.us/2012/02/fa...#ixzz1mWPc9HoA



semoga bermanfaat ya gan

Selasa, 07 Februari 2012

Jangan Meremehkan Amalan Kecil Dengan Keikhlasan

saudara ku yang semoga dicintai oleh Allah, sesungguhnya yang diwajibkan dalam amal perbuatan kita bukanlah banyaknya amal namun tanpa keikhlasan. Amal yang dinilai kecil di mata manusia, apabila kita melakukannya ikhlas karena Allah, maka Allah akan menerima dan melipat gandakan pahala dari amal perbuatan tersebut. Abdullah bin Mubarak berkata, “Betapa banyak amalan yang kecil menjadi besar karena niat, dan betapa banyak pula amal yang besar menjadi kecil hanya karena niat.”
Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Seorang laki-laki melihat dahan pohon di tengah jalan, ia berkata: Demi Allah aku akan singkirkan dahan pohon ini agar tidak mengganggu kaum muslimin, Maka ia pun masuk surga karenanya.” (HR. Muslim)
Lihatlah saudaraku, betapa kecilnya amalan yang dia lakukan, namun hal itu sudah cukup bagi dia untuk masuk surga karenanya. Dalam hadits lain Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Dahulu ada seekor anjing yang berputar-putar mengelilingi sumur, anjing tersebut hampir-hampir mati karena kehausan, kemudian hal tersebut dilihat oleh salah seorang pelacur dari bani israil, ia pun mengisi sepatunya dengan air dari sumur dan memberikan minum kepada anjing tersebut, maka Allah pun mengampuni dosanya.” (HR Bukhari Muslim)

Subhanallah, seorang pelacur diampuni dosanya oleh Allah hanya karena memberi minum seekor anjing, betapa remeh perbuatannya di mata manusia, namun dengan hal itu Allah mengampuni dosa-dosanya. Maka bagaimanakah pula apabila seandainya yang dia tolong adalah seorang muslim ? Dan sebaliknya, wahai saudaraku, amal perbuatan yang besar nilainya, seandainya dilakukan tidak ikhlas, maka hal itu tidak akan berfaedah baginya. Dalam sebuah hadits dari Abu Umamah Al Bahili, dia berkata: Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah dan bertanya: “Wahai Rasulullah, bagaimana pendapatmu tentang seseorang yang berperang untuk mendapatkan pahala dan agar dia disebut-sebut oleh orang lain?” maka Rasulullah pun menjawab: “Dia tidak mendapatkan apa-apa.” Orang itu pun mengulangi pertanyaannya tiga kali, Rasulullah pun menjawab: “Dia tidak mendapatkan apa-apa.” Kemudian beliau berkata: “Sesungguhnya Allah tidak akan menerima suatu amalan kecuali apabila amalan itu dilakukan ikhlas karenanya.” (Hadits Shahih Riwayat Abu Daud dan Nasai). Dalam hadits ini dijelaskan bahwa seseorang yang dia berjihad, suatu amalan yang sangat besar nilainya, namun dia tidak ikhlas dalam amal perbuatannya tersebut, maka dia pun tidak mendapatkan balasan apa-apa.



Sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=11346798

Hal-Hal Yang Membuat Hilangnya Berkah



Allah telah menjamin rezeki setiap hamba Nya baik yang beriman ataupun yang kafir,seperti dikatakan dalam Al-Quraan :

Dan tidak ada satu binatang melatapun di muka bumi ini melaikan Allah yang memberi rezekinya….. Huud :6

Dia pun telah menentukan bagi mereka ukuran makanan mereka sebagimana firman Nya dalam Al-Quran :

Dia menentukan kadar makanan-makanan penghuninya……Fushshilat:10

Dia juga membeda-bedakan kadar berbagai anugrah Nya yang Dia berikan kepada masing-masing hamba Nya,yang berupa rizqi,akal,pemahaman dan lain-lain.
Yaitu agar mereka bekerja sama satu dengan yang lain nya dalam menjalankan roda kehidupan ini sehingga orang satu dengan yang lainnya saling membutuhkan seperti di dalam Al-Quran:

Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam dunia ini,dan kami telah meninggikan mereka atas sebagian nya beberapa derajat,agar sebagian mereka dapat mempergunakan sebagian yang lain….Az-Zukhruf:32
Akan teteapi nilai keberkahan yang ada dalam semua jenis anugrah hanya didapat oleh hamba Nya yang Mukmin yang soleh saja ada beberapa sebab ditariknya suatu berkah dari dalam kehidupan kita :

1. Tidak bertaqwa dan tidak takut kepada Allah
2. Tidak Ikhlas dalam bekerja
3. Tidak menyebut nama Allah dalam memulai pekerjaan
4. Memakan harta yang haram
5. Tidak berbakti kepada kedua orang tua
6. Memutus hubungan antara kerabat dan sanak saudara
7. Kikir tidak menginfaqkan hartanya
8. Tidak bertawakal kepada Allah


Masih banyak lagi yang menyebabkan hilangnya suatu berkah dari kita,ini hanya beberapa hal yang sering kita jumpai atau kita lakukan sendiri dalam kehidupan kita.
Saudara-saudara ku marilah kita belajar untuk menjaga agar berkah Allah selalu dalam genggaman kita,jangan sampai kita kehilangan berkah tersebut.



Sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=11363931

Beginilah Gambaran Wanita Yang Menggunakan Jilbab PUNUK ONTA







Hijab Punuk unta

Beginilah Gambar Perempuan Yang Kepalanya Ibarat Punuk Onta, Yang Disebutkan Oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam Dalam Hadits Shahih Riwayat Imam Muslim dan Lainnya Bahwasanya Mereka Tidak Akan Masuk Surga dan Tidak Akan Mencium Bau Wangi Surga, Padahal Bau Wangi Surga Bisa Dicium Dari Jarak Yang Sangat Jauh..


Rasulullah Shallallahu ’Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda”

“Ada dua golongan penduduk neraka yang belum aku melihat keduanya,

1. Kaum yang membawa cemeti seperti ekor sapi untuk mencambuk manusia [maksudnya penguasa yang dzalim],

2. dan perempuan-perempuan yang berpakaian tapi telanjang, cenderung kepada kemaksiatan dan membuat orang lain juga cenderung kepada kemaksiatan. Kepala-kepala mereka seperti punuk-punuk unta yang berlenggak-lenggok. Mereka tidak masuk surga dan tidak mencium bau wanginya. Padahal bau wangi surga itu tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian waktu [jarak jauh sekali]”.


(HR. Muslim dan yang lain).

Penjelasan Hadits Menurut Para Ulama:

Imam An Nawawi dalam Syarh-nya atas kitab Shahih Muslim berkata:

“Hadis ini merupakan salah satu mukjizat Rasulullah Shallallahu ’Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam. Apa yang telah beliau kabarkan kini telah terjadi…

Adapun “berpakaian tapi telanjang”, maka ia memiliki beberapa sisi pengertian.

Pertama, artinya adalah mengenakan nikmat-nikmat Allah namun telanjang dari bersyukur kepada-Nya.

Kedua, mengenakan pakaian namun telanjang dari perbuatan baik dan memperhatikan akhirat serta menjaga ketaatan.

Ketiga, yang menyingkap sebagian tubuhnya untuk memperlihatkan keindahannya, mereka itulah wanita yang berpakaian namun telanjang.

Keempat, yang mengenakan pakaian tipis sehingga menampakkan bagian dalamnya, berpakaian namun telanjang dalam satu makna.

Sedangkan “maa`ilaatun mumiilaatun”, maka ada yang mengatakan: menyimpang dari ketaatan kepada Allah dan apa-apa yang seharusnya mereka perbuat, seperti menjaga kemaluan dan sebagainya.

“Mumiilaat” artinya mengajarkan perempuan-perempuan yang lain untuk berbuat seperti yang mereka lakukan.

Ada yang mengatakan, “maa`ilaat” itu berlenggak-lenggok ketika berjalan, sambil menggoyang-goyangkan pundak.

Ada yang mengatakan, “maa`ilaat” adalah yang menyisir rambutnya dengan gaya condong ke atas, yaitu model para pelacur yang telah mereka kenal.

“Mumiilaat” yaitu yang menyisirkan rambut perempuan lain dengan gaya itu.

Ada yang mengatakan, “maa`ilaat” maksudnya cenderung kepada laki-laki.

“Mumiilaat” yaitu yang menggoda laki-laki dengan perhiasan yang mereka perlihatkan dan sebagainya.

Adapun “kepala-kepala mereka seperti punuk-punuk unta”, maknanya adalah mereka membuat kepala mereka menjadi nampak besar dengan menggunakan kain kerudung atau selempang dan lainnya yang digulung di atas kepala sehingga mirip dengan punuk-punuk unta. Ini adalah penafsiran yang masyhur.

Al Maaziri berkata: dan mungkin juga maknanya adalah bahwa mereka itu sangat bernafsu untuk melihat laki-laki dan tidak menundukkan pandangan dan kepala mereka.

Sedang Al Qoodhiy memilih penafsiran bahwa itu adalah yang menyisir rambutnya dengan gaya condong ke atas. Ia berkata: yaitu dengan memilin rambut dan mengikatnya ke atas kemudian menyatukannya di tengah-tengah kepala sehingga menjadi seperti punuk-punuk unta.

Lalu ia berkata: ini menunjukkan bahwa maksud perumpamaan dengan punuk-punuk unta adalah karena tingginya rambut di atas kepala mereka, dengan dikumpulkannya rambut di atas kepala kemudian dipilin sehingga rambut itu berlenggak-lenggok ke kiri dan ke kanan kepala.

Fatwa Syaikhuna Fadlilatusy Syaikh Muhammad bin Sholeh al-Utsaimin rahimahullah:


Pertanyaan :
Apakah perbuatan yang dilakukan sebagian wanita berupa mengumpulkan rambut menjadi berbentuk bulat (menggelung/menyanggul) di belakang kepala, masuk ke dalam ancaman dalam hadits :
نساء كاسيات عاريات … رؤوسهن كأسنمة البخت المائلة لا يدخلن الجنة …“…Wanita-wanita yang berpakaian tapi telanjang… kepala-kepala mereka seperti punuk unta, mereka tidak akan masuk surga…“ ?

Jawaban :
Adapun jika seorang wanita menggelung rambutnya karena ada kesibukan kemudian mengembalikannya setelah selesai, maka ini tidak mengapa, karena ia tidak melakukannya dengan niat berhias, akan tetapi karena adanya hajat/keperluan.
Adapun mengangkat dan menggelung rambut untuk tujuan berhias, jika dilakukan ke bagian atas kepala maka ini masuk ke dalam larangan, berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu ’Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam :
رؤوسهن كأسنمة البخت …“…kepala-kepala mereka seperti punuk unta…”, dan punuk itu adanya di atas…“
Sumber : “Liqo’ Bab al-Maftuh” kaset no. 161.

Fatwa Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah:


Pertanyaan :
Apa hukum seorang wanita mengumpulkan (menggelung/sanggul) rambutnya di atas lehernya dan di belakang kepalanya yang membentuk benjolan sehingga ketika wanita itu memakai hijab, terlihat bentuk rambutnya dari belakang hijabnya?

Jawaban :
Ini adalah kesalahan yang terjadi pada banyak wanita yang memakai jilbab, dimana mereka mengumpulkan rambut-rambut mereka di belakang kepala mereka sehingga menonjol dari belakang kepalanya walaupun mereka memakai jilbab di atasnya. Sesungguhnya hal ini menyelisihi syarat hijab yang telah kukumpulkan dalam kitabku “Hijab al-Mar’ah al-Muslimah minal Kitab was Sunnah”.
Dan diantara syarat-syarat tersebut adalah pakaian mereka tidak membentuk bagian tubuh atau sesuatu dari tubuh wanita tersebut, oleh karena itu tidak boleh bagi seorang wanita menggelung rambutnya dibelakang kepalanya atau disampingnya yang akan menonjol seperti itu, sehingga tampaklah bagi penglihatan orang walaupun tanpa sengaja bahwa itu adalah rambut yang lebat atau pendek. Maka wajib untuk mengurainya dan tidak menumpuknya.
Sumber : “Silsilatul Huda wan Nur“.
Fatwa ‘Al-Lajnah Ad-Da’imah’ 2/27:
Pertanyaan:
Apakah boleh kita berkeyakinan tentang kafirnya para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu ’Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam: “Mereka tidak masuk surga dan tidak mencium bau wanginya. Padahal bau wangi surga itu tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian waktu [jarak jauh sekali” (Al-Hadits)?.
Siapa saja yang meyakini akan halalnya hal itu dari kalangan para wanita padahal telah dijelaskan kepadanya [kalau tidak halal] dan diberi pengertian tentang hukumnya, maka ia kafir.
Adapun yang tidak menghalalkan hal itu dari kalangan para wanita akan tetapi ia keluar rumah dalam keadaan berpakaian tapi telanjang, maka ia tidak kafir, akan tetapi ia terjerumus dalam dosa besar, yang harus melepaskan diri darinya dan taubat daripadanya kepada Allah, semoga Allah mengampuninya. Jika ia mati dalam keadaan belum bertaubat dari dosanya itu maka ia berada dalam kehendak Allah sebagaimana layaknya para ahli maksiat; sebagaimana firman Allah Azza Wa Jalla:
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya”. (QS. An-Nisaa’: 48). Selesai. Fatwa ‘Al-Lajnah Ad-Da’imah’ 2/27.
Kesimpulan:
Maksud dari hadits “kepala mereka seperti punuk onta”, adalah wanita yang menguncir atau menggulung rambutnya sehingga tampak sebuah benjolan di bagian belakang kepala dan tampak dari balik hijabnya .
Ancaman yang sangat keras bagi setiap wanita yang keluar rumah menonjolkan rambut yang tersembunyi di balik hijabnnya dengan ancaman tidak dapat mencium bau wangi surga, padahal bau wangi surga bisa dicium dari jarak yang sangat jauh.
Apabila telah ada ketetapan dari Allah baik berupa perintah atau pun larangan, maka seorang mukmin tidak perlu berpikir-pikir lagi atau mencari alternatif yang lain. Terima dengan sepenuh hati terhadap apa yang ditetapkan Allah tersebut dalam segala permasalahan hidup.
“Dan tidakkah patut bagi laki-laki yang mu’min dan tidak (pula) bagi perempuan yang mu’min, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.” [QS. Al-Ahzab: 36 ]
“ Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu ..”
[Q.S. Al Hujaraat : 15]

Kalau kita cermati dengan seksama maka akan jelas sekali bahwa saat ini banyak kaum wanita yang telah melakukan apa yang dikabarkan oleh Rasulullah Shallallahu ’Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam dalam hadits tersebut, yaitu memakai jilbab yang dibentuk sehingga mirip punuk onta. Kalau berjilbab seperti ini saja tidak masuk surga, bagaimana pula yang tidak berjilbab?
Inti dari larangan dalam hadits tersebut adalah bertabarruj, yaitu keluar rumah dengan berdandan yang melanggar aturan syari’at dan berjilbab yang tidak benar sebagaimana firman Allah:
“dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu (bertabarruj) berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu“. (QS. Al-Ahzaab: 33).
Adapun ketika dirumah dan dihadapan suami, maka para isteri diperbolehkan berdandan dengan cara apa saja yang menarik hati suaminya, bahkan tanpa mengenakan sehelai kainpun juga boleh, tidak haram, bahkan berpahala.



Sumber :  \http://www.kaskus.us/showthread.php?t=11583690

Makna IKHLAS Sebenarnya

banyak dari kita beranggapan kalau dalam beribadah kepada ALLAH kita HANYA harus cinta, jangan cuma ngarepin PAHALA saja dan takut dosa, karena mereka beranggapan bahwa kalau berharap imbalan dari ALLAH, berarti kita tidak ikhlas. karena seperti kuli saja, minta upah kalau sudah kerja dan seperti budak, takut kalau tidak patu sama majikan akan dipukul
ada juga orang beranggapan kalau maunya ngarepin pahala berarti tidak ikhlas, bahkan ada nyanyian yang berbunyi " JIKA SURGA DAN NERAKA TAK PERNAH ADA, MASIH KAH KAU SUJUD KEPADA NYA"

Bener kah ajaran demikian?

jawabannya adalah salah 100 persen, 

Kenapa demikian,???
insyaALLAH saya akan menjelaskan

1.Orang yang beribadah hanya karena takut saja kepada ALLAH dinamakan Khawarij, hal ini terjadi pertama kali pada saat zaman khalifah Ali bin Abi Thalib, yaitu golongan islam yang keras luar biasa, dan beramal sangat melebihi batas. Dan suka mengkafirkan orang yang berbuat dosa besar.dan Ini bukanlah ajaran dari Rasulullah, mereka hanya takut saja sama ALLAH, mereka beranggapan bahwa ALLAH itu kejam tidak ada rasa ampunanNYA.

2.Orang yang beribadah hanya karena berharap saja akan syurga ALLAH dinamakan Murji’ah, hal ini juga salah, kenapa? Karena kalau hanya harapan saja kita akan sembrono dalam melakukan aktifitas, contohnya STMJ (sholat terus maksiyat jalan), melakukan sholat tetapi masih saja maksiyat,. Seperti kebanyakan wanita jaman sekarang ini, ketika ditanya kenapa GA PAKE JILBAB. Mereka biasanya menjawab “yang pentingkan hati kita bersih JADI ga usah pake jilbab, percuma pake jilbab kalau hati kita kotor” hal ini salah besar sahabatku, hanya Cuma berharap saja. Tidak ada rasa takut akan adzab ALLAH karena ga nutup aurat.

3.Orang yang beribadah hanya karena rasa cinta saja, bisa membuat kita kufur kepada ALLAH, 
karena hal itu sangatlah bertentangan dengan Al-qur'an dan hadist nabi Muhammad SAW.
banyak sekali ayat-ayat Al qur'an membahas tentang pembalasan yang kita kerjakan selama hidup didunia ini
dalam Al-qur’an disebutkan
Katakanlah: Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: "Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa". Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya". (QS Al-Kahfi :110)
Maksudnya adalah kita beribadah kepada ALLAH hanya karena ALLAH SWT 100 % murni karena ALLAH, Ini lah tujuan kita utama dalam ibadah, yaitu ingin memandang WAJAH ALLAH yang maha mulia disurga. Tujuannya ALLAH, tidak ada tujuan yang lain,. BUKAN PUJIAN manusia atau Riya’, INGIN DILIHAT (sum’ah), dan TIDAK BERBANGGA DIRI atas amal kita (ujub).

Kita harus mengikuti ajaran Al-qur’an dan Assunnah Rasulullah, dan KESIMPULANNYA dalam beribadah kepada ALLAH 
Yaitu kita Beribadah kepada ALLAH karena cinta kepada ALLAH yaitu ingin melihat wajah ALLAH yang maha mulia, karena takut akan adzab ALLAH, dan berharap akan masuk kedalam syurga.



Sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=9872285

TAHUKAH ANDA? Pengetahuan Tentang Islam

Assalamu'alaikum, kali ini ane akan ngebahas tentang pengetahuan tentang islam


1. Kenapa menyembelih harus membaca basmallah?
Sebuah tim yang terdiri dari para peneliti senior dan profesor universitas di negri Suriah menunjukkan bahwa ada perbedaan besar dalam hal perkembangbiakan mikroba antara daging yang dibacakan takbir ketika disembelih dengan daging yang tidak dibacakan. Penanggung jawab humas dari penulisan ini, Dr Khalid Halawah, berkata bahwa serat daging yang disembelih tanpa bismillah dan takbir selama tes uji penuh dengan kuman dan darah yang tertahan dalam daging, sementara daging yang disembelih dengan bismillah dan takbir benar2 bebas dari bakteri dan steril tidak mengandung darah yang tersisa dan tertahan, Subhaanallahil 'azhiim.


2. Alasan cuci tangan dengan tanah saat dijilat Anjing
Nabi bersabda " Apabila anjing minum (dengan ujung lidahnya) dalam wadah milik seseorang diantara kalian, hendaklah ia membuang airnya kemudian membasuh wadah itu tujuh kali."
Prof Thobarah dalam kitab Ruhu ad-Diin al-Islami menyebutkan bahwa anjing menularkan banyak penyakit kepada manusia. Karena sesungguhnya anjing terkena cacing pita yang bisa menular kepada manusia dan menyebabkan penyakit kronis yang terkadang sampai membahayakan kehidupan. Semua jenis anjing tidak ada yang bebas dari jenis cacing pita ini.


3. Asal mula not nada
Tahukah anda, sebagaimana diakui oleh sarjana barat maupun timur bahwa orang arablah yang memperkenalkan not do-re-mi-fa-sol-la-si. Bunyi-bunyi itu diambil dari bunyi huruf-huruf arab : dal, ra, mim, fa, shad, lam, dan sin. Adalah Hasan ibn Nafi' yang lebih dikenal dengan Ziryab yang mula-mula menemukannya. Ia seorang maula dari Irak, murid Ishaq al-Maushuli, seorang musisi dan biduan kenamaan di istana Harun al-Rasyid. Ziryab tiba di Cordova pada tahun pertama pemerintahan Abd al-Rahman Il-Ausath. Kepiawaannya dalam seni musik dan tarik suara sungguh membekas dan berpengaruh hingga sekarang. Bahkan ia pula dikenal sebagai peletak dasar musik Spanyol modern


4. Sifat Malaikat Mungkar dan Nakir
Diriwayatkan oleh Ma'mar bin Amr bin Dinar dari Sa'id bin Ibrahim, dari Atha' bin Yasar, bahwa Nabi bersabda pada Umar bin Khattab, "tiba-tiba datang malaikat munkar dan nakir yang suaranya menggelegar seperti halilintar, yang sorot matanya seperti kilat menyambar, yang rambutnya panjang sgampai menyentuh tanah, dan tangannya memegang palu sangat berat sehingga tidak sanggup dibawa oleh penduduk bumi." riwayat Tirmidzi bahkan menyebut bahwa munkar dan nakir berkulit hitam kebiru-biruan


5. Orang pertama masuk surga dan neraka
Sebuah hadits yang diriwayatkan Abu Bakar bin Abu Syaikah dari Abu Hurairah menyebutkan bahwa Nabi bersabda, 
" Tiga orang yang pertama masuk surga, yaitu orang yang mati syahid, orang lemah yang sudah berkeluarga dan dapat menjaga kehormatannya, dan seorang budak yang mengabdi dengan baik kepada Tuhannya serta memenuhi hak-hak tuannya. Adapun tiga orang yang pertama masuk neraka adalah seorang pemimpin yang zhalim, orang kaya harta namun tidak memenuhi kewajibannya, dan orang miskin yang sombong."


6. Kenapa lafal Tahlil dimulai dengan kata negatif (Nafyu)?
Kenapa lafal tahlil ( Laa ilaaha illallah) tidak langsung menggunakan kalimat itsbat atau afirmatif, misalnya : Allahu ilaahun (Allah adalah Tuhan)?. Jawabannya, karena lafal Laa ilaaha illallah itu mediadakan dulu (nafyu), baru ada keputusan (itsbat).
Alasannya : karena kalau seseorang dibiarkan memikirkan Tuhan tanpa agama, maka tuhannya akan jatuh diluar Allah SWT. Misalnya menuhankan lautan, api, makhluk halus, angin, dan sebagainya. Biasanya yang disembah adalah gejala alam yang telah dianggap menakutkan atau dianggap menghidupi.'


Makasih Ya Gan Dah Berkunjung, Dan AKhirul Kata : Wassalamu'Alaikum


Sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=9528254

AIR KENCING penyebab kebanyakan SIKSA KUBUR

Ibnu Abbas ra mengisahkan bahwa suatu hari Rasulullah saw melintasi dua makam, lalu beliau berkata, "Sesungguhnya mereka berdua sedang disiksa, mereka bedua disiksa bukan disebabkan melakukan dosa besarSalah satu dari mereka disiksa karena TIDAK SAMPAI BERSIH SAAT BERSUCI  dari buang air kecil."Seorang perempuan Yahudi mendatangi Aisyah seraya berkata, "Sesungguhnya azab kubur itu disebabkan air kencing." Mendengar perkataannya, Aisyah berkata, "Engkau bohong." Perempuan Yahudi itu menjelaskan, "Karena air kencing itu mengenai kulit dan pakaian."Kemudian Rasulullah saw keluar untuk mengerjakan shalat, sedangkan suara kami semakin keras terdengar (karena ribut). Mendengar keributan
ini Rasulullah saw bertanya, "Ada apa ini?" Aisyah pun menceritakan kepadanya apa yang telah dikatakan oleh perempuan Yahudi tadi, setelah itu Rasulullah saw bersabda, "Dia memang benar."

Abdurrahman bin Hasaah mendengar Rasulullah saw bertanya, "Tahukah kalian apa yang telah menimpa salah seorang Bani Israil? Dulu, saat mereka terkena air kencing, mereka segera membersihkannya dengan
memotong pakaian yang terkena cipratan air kencing tersebut. Melihat perbuatan ini, orang itu melarang mereka, maka dia pun diadzab dalam kuburnya.

Dalam hadist yang diriwayatkan dari Abu Huraihah ra secara mauquf,
Rasulullah saw bersabda,  " Kebanyakan siksa kubur itu disebabkan air kencing."
Pada suatu malam Abdullah bin Umar pergi ke rumah seorang perempuan tua yang di samping rumahnya terdapat pemakaman. Lalu dia mendengar suara lirih yang berkata,  "Kencing, apa itu kencing? Gayung, apa itu gayung?" Abdullah bin Umar pun berkata, "Celaka, apa yang terjadi?" Perempuan tua itu menjawab, "Itu adalah suara suamiku yang tidak pernah bersuci dari buang air kecil." Mendengar penjelasan tersebut, Abdullah bin Umar berkata, "Celakalah dia! Unta saja alau kencing bersuci, tapi dia malah tidak peduli." Perempuan tua itu kembali menuturkan kisah suaminya : Ketika suamiku sedang duduk, ada seorang
lelaki mendatanginya seraya berkata, "Berilah aku minum, aku sangat haus." Suamiku malah berkata, "Engkau membawa gayung sedangkan gayung kami tergantung." Orang itu berkata, "Wahai tuan, berilah aku minum, aku hampir mati kehausan." Suamiku berkata, "Engkau membawa gayung." Akhirnya lelaki yang meminta air untuk minum itu meninggal dunia. Setelah itu, suamiku juga meninggal dunia. Namun sejak hari pertama dia meniggal dunia, seringkali terdengar suara suamiku dari arah
pemakaman, "Kencing, apa itu kencing? Gayung, apa itu gayung?"

* Nauzubillah min dzalik, ternyata perkara kecil saja bisa menyebabkan kita mendapat siksa kubur ya? Banyak orang memandang remeh bersuci setelah buang air kecil (kurang bersih bahkan tidak bersuci sama
sekali)
, padahal hal yang remeh itu bisa menjadi malapetaka ketika kita masuk pada Alam Barzakh.

"Ya Allah, lindungi kami semua dari siksa neraka, siksa kubur, fitnah
dunia & alam barzakh, serta fitnah yang ditimbulkan oleh dajjal, amin." 



Sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=8796982

Kerasnya Hukuman Meninggalkan Sholat Di Dunia dan Akhirat

DIHARAPKAN dibaca dengan seksama dan menghayatinya sampai selesai, karena ini sangat urgensi, menyangkut masa depan kita diakhirat

Berikut ane jabarin bahwa orang islam yang meninggalkan sholat adalah KAFIR, atau keluar dari islam

ALLAH SWT berfirman
" Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan" (QS Maryam : 59)

ini ancaman keras bagi siapa saja yang meninggalkan sholat, mereka akan dimasukkan kedalam NERAKA JAHANNAM dan kekal didalamnya

ALLAH SWT juga berfirman
"Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat,(yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya, (QS Al-ma'uun :4-5)
maksudnya adalah 
1.mengundur2 waktu sholat, waktunya sudah mau abis.
2.mereka sholat tetapi tidak khusu', yang sholat hanya badannya saja, ruhnya tidak ikut, melakukan sholat tata cara tidak benar
3.sholat dalam keadaan riya', hanya ingin dipuji saja, dll
orang yang melakukan sholat saja celaka, gara2 lalai dalam sholatnya
APALAGI YANG TIDAK SHOLAT, logikanya begitu kan...

Rasulullah bersabda " sesungguhnya antara seseorang dengan kesyirikan dan kekafiran adalah sholat"
sehingga makna hadits ini adalah, orang yang tidak sholat adalah KAFIR
dan beliau juga bersabda" perjanjian antara kita dan mereka(orang musyrik) adalah sholat, barangsiapa yang tidak sholat, berarti KAFIR"

Rasulullah bersabda " pokok perkaranya adalah islam, tiang2nya adalah sholat, dan puncaknya adalah jihad" jadi kalau kita tidak sholat maka robohlah islam kita
karena itu rasulullah saat ALLAH ingin memfardhukan sholat, dengan langsung dipanggil kelangit dengan ALLAH, melalui peristiwa isra' mi'raj

Rasulullah juga bersabda "yang pertama yang dihisab pada hari kiamat kelak adalah sholat, kalau sholatnya baik, maka seluruh amalnya baik, dan apabila sholatnya rusak maka seluruh amalnya rusak"

Allah SWT berfirman "....Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar.... (QS Al-'ankabuut : 45)
maksudnya adalah, kalau sholat kita dengan benar, baik waktu, cara, dan niatnya. insyaALLAH kita akan tercegah dari perbuataan keji dan mungkar.

orang yang sukses yang disebutkan yang pertama kali adalah orang yang khusu' dalam sholatnya, sebagaimana didalam surat Al-Mukminuun ayat 1-2
"Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman,(yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam sholatnya".

Rasulullah, pernah melihat orang yang melakukan sholat dengan sangat cepat, dan beliau menyuruhnya mengulang lagi, karena dianggap belum melakukan sholat. dan kalau kamu mati dengan sholat seperti itu, maka dia mati diluar ajaran islam."

ALLAH SWT berfirman
"Peliharalah semua shalat(mu), dan (peliharalah) shalat wusthaa(sholat ashar). Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu'. Jika kamu dalam keadaan takut (bahaya), maka shalatlah sambil berjalan atau berkendaraan. Kemudian apabila kamu telah aman, maka sebutlah Allah (shalatlah), sebagaimana Allah telah mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui. (QS Al-Baqarah : 238-239)
bayangkan saja, dalam keadaan perang SAJA DIWAJIBKAN sholat, sholat sambil jalan, sholat sambil berkendaraan. ALLAHU AKBAR
Rasulullah bersabda " orang yang menjaga sholatnya, maka sholatnya akan menjadi keselamatan baginya dihari kiamat, dan barang siapa yang tidak menjaga sholatnya maka nanti dia akan dikumpulkan dengan FIR'AUN, QARUN, HAMMAN, UBAI BIN KHOLAF( mereka semua orang kafir).

Jadi intinya orang yang meninggalkan sholat, adalah KAFIR atau murtad keluar dari islam dan akan dineraka kekal selama2nya 
dan apabila kita tidak ingin kekal dineraka, ingin selamat. maka segeralah bertaubat, dan sungguh2 dalam menegakkan sholat, dan berjanji tidak akan meninggalkan sholat lagi

hukumannya didunia orang yang tidak sholat adalah

1. Dia tidak berhak jadi wali bagi anak perempuannya, karena dia adalah KAFIR, pernikahannya tidak syah. (maka bapak2 wanita muslimah yang tidak sholat, sudah jatuh perwaliaannya)
2. warisannya jatuh dari kerabatnya, karena tidak ada waris2 sesama orang kafir.
3. haram masuk Mekkah dan tanah suci, karena sudah kafir.
4. sembelihannya tidak syah, akan menjadi bangkai
5. kita haram, mensholati jenazahnya, karena kafir
6. haram nikah dengan perempuan muslimah, bagaimana kalau sudah terlanjur nikah, solusinya adalah harus cerai, atau disuruh bertaubat untuk melakukan sholat.

hukuman diakhirat
1. akan dipukul wajah dan puggungnya saat sakrotul maut
" Kalau kamu melihat ketika para malaikat mencabut jiwa orang-orang yang kafir seraya memukul muka dan belakang mereka (dan berkata): "Rasakanlah olehmu siksa neraka yang membakar", (tentulah kamu akan merasa ngeri). Demikian itu disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri. Sesungguhnya Allah sekali-kali tidak menganiaya hamba-Nya," (QS Al-Anfaal 50-51)
2. akan dikumpulkan dengan orang2 musyrik
3. di neraka KEKAL SELAMA2NYA



Semoga Bisa Mengingatkan Agan-Agan Sekalian Tentang Pentingnya Sholat. 
Sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=10846799

Kesalahan-kesalahan Dalam Hal Pakaian Laki-Laki

Sekedar share aja gan bagi kita seorang muslim laki-laki yang mau MENGIKUTI SUNNAH Rasulullah, semoga tulisan ini bermanfaat

1. Isbal.
Isbal yaitu menurunkan atau memanjangkan pakaian hingga di bawah mata kaki. Larangan isbal bersifat umum untuk seluruh jenis pakaian, baik celana panjang, sarung, gamis, mantel atau pakaian lainnya. Ironinya, larangan ini dianggap remeh oleh kebanyakan umat Islam, padahal dalam pandangan Allah ia merupakan masalah besar. Rasulullah ` bersabda:
"Kain yang memanjang hingga di bawah mata kaki tempatnya di Neraka." (HR. Al-Bukhari, shahih).

Ancaman bagi musbil (orang yang melakukan isbal ) dengan Neraka tersebut sifatnya adalah muthlak dan umum, baik dengan maksud takabur atau tidak. Jika isbal tersebut dilakukan dengan maksud takabur maka ancamannya lebih besar. Nabi Shallallahu 'alaihi wasalam bersabda:
"Pada hari Kiamat, Allah tidak akan melihat kepada orang yang menyeret bajunya (musbil, ketika di dunia) karena takabur." (Muttafaq Alaih, shahih).

Dan secara tegas Nabi Shallallahu 'alaihi wasalam melarang kita kaum laki-laki melakukan isbal. Beliau Shallallahu 'alaihi wasalam bersabda:
"Dan tinggikanlah kainmu hingga separuh betis, jika engkau enggan maka hingga mata kaki. Dan jauhilah olehmu memanjangkan kain di bawah mata kaki, karena ia termasuk kesombongan, dan sungguh Allah tidak menyukai kesombongan." (HR. Abu Daud dan At-Tirmidzi dengan sanad shahih , At-Tirmidzi berkata, hadits ini hasan shahih).

Hadits di atas memberi kata putus terhadap orang yang beralasan bahwa memanjangkan kain hingga di bawah mata kaki dibolehkan asal tidak karena sombong. Ini adalah alasan batil dan dicari-cari untuk pembenaran kebiasaan mereka yang menyalahi sunnah. Hadits di atas dengan tegas memasukkan perbuatan isbal sebagai sikap sombong, apatah lagi jika memang isbal-nya itu diniati untuk sombong. Maka pantaslah ancamannya sangat berat. Dan fakta menunjukkan, laki-laki yang musbil itu, memanglah pada umumnya untuk bergaya yang di dalamnya ada unsur bangga diri dan sombong. Buktinya kebanyakan mereka menganggap kampungan, kolot dan udik serta melecehkan saudara-saudara mereka yang mengenakan pakaian di atas mata kaki, padahal itulah yang diperintahkan syari'at.

Adapun kaum wanita, mereka diwajibkan menutupi tubuhnya hingga di bawah mata kaki, karena ia termasuk aurat. Namun pada umumnya, yang dipraktikkan umat Islam di zaman ini adalah sebaliknya. Laki-laki memakai pakaian hingga di bawah mata kaki, sedang wanita pakaiannya jauh di atas mata kaki. Na'udzubillah, dan kepada Allah kita memohon keselamatan.

 contoh celana yang tidak isbal
 

2. Mengenakan pakaian tipis dan ketat.
Dalam kaca mata syari'at, jika bahan-bahan pakaian itu sangat tipis sehingga menampakkan aurat, lekuk-lekuk tubuh atau sejenisnya maka pakaian itu tidak boleh dikenakan. Hal ini berdasarkan firman Allah Ta'ala:
"Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan." (Al-A'raf: 26).
Tetapi jika pakaian itu tidak menampakkan aurat dan lekuk-lekuk tubuh maka hal itu tidak mengapa. Namun jika pakaian itu menyerupai dan menunjukkan identitas pakaian orang kafir maka ia tidak dibolehkan.
 

3. Mengenakan pakaian yang menyerupai pakaian wanita.
Di antara fithrah yang disyari'atkan Allah kepada hambaNya yaitu agar laki-laki menjaga sifat kelelakiannya dan wanita menjaga sifat kewanitaannya seperti yang telah diciptakan Allah. Jika hal itu dilanggar, maka yang terjadi adalah kerusakan tatanan hidup di masyarakat. Dalam hadits shahih disebutkan:
"Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasalam melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki." (HR. Al-Bukhari).
Sebagian ulama' berkata, 'Yang dimaksud menyerupai dalam hadits tersebut adalah dalam hal pakaian, berdandan, sikap, gerak-gerik dan sejenisnya, bukan dalam berbuat kebaikan.' Karena itu, termasuk dalam larangan ini adalah larangan menguncir rambut, memakai anting-anting, kalung, gelang kaki dan sejenisnya bagi laki-laki, sebab hal-hal tersebut adalah kekhususan bagi wanita. Rasulullah ` bersabda:
"Allah melaknat laki-laki yang memakai pakaian wanita dan wanita yang memakai pakaian laki-laki." (HR. Abu Daud, Shahihul Jami' , 5071) .
 

4. Mengenakan pakaian modis yang sedang nge-trend.
Saat ini sebagian umat Islam, terutama kaum mudanya sering tergila-gila dengan mode pakaian yang sedang in (nge-trend ) atau pakaian yang dikenakan oleh para bintang dan idola mereka. Seperti pakaian bergambar penyanyi, kelompok-kelompok musik, botol dan cawan arak, gambar-gambar makhluk hidup, salib atau lambang-lambang club-club dan organisasi-organisasi non Islam, juga slogan-slogan kotor yang tidak lagi memperhitungkan kehormatan dan kebersihan diri, yang biasanya ditulis di punggung pakaian atau kaos dengan bahasa Indonesia atau bahasa-bahasa asing.
Pada umumnya para pemakai pakaian-pakaian tersebut merasa bangga dengan pakaiannya, bahkan dengan maksud untuk memperoleh popularitas karena pakaiannya yang aneh tersebut. Padahal Nabi ` bersabda:
"Barangsiapa mengenakan pakaian (untuk memperoleh) popularitas di dunia, niscaya Allah mengenakan kepadanya pakaian kehinaan pada hari Kiamat." (HR. Ahmad, Abu Daud dan Ibnu Majah dari Ibnu Umar, hasan).

Imam Asy-Syaukani berkata, 'Hadits di atas menunjuk-kan diharamkannya mengenakan pakaian untuk meraih popularitas. Dan larangan tersebut tidak khusus terhadap pakaian untuk popularitas, tetapi termasuk juga pakaian yang menyelisihi pakaian masyarakat pada umumnya (yang bertentangan dengan agama/etika). Jika pakaian itu untuk maksud popularitas, maka tidak ada bedanya antara pakaian yang mahal atau kumal, sesuai dengan yang dikenakan orang pada umumnya atau tidak, sebab pengharaman tersebut berporos pada (niat) popularitas.'
 

5. Mengenakan pakaian yang tidak menutupi aurat.

Seperti memakai celana pendek atau pakaian olah raga lainnya yang menampakkan paha. Aurat laki-laki adalah dari pusar hingga dua lutut kaki. Karena itu, paha termasuk aurat. Setiap muslim diperintahkan menutup dan menjaga auratnya kecuali di depan isteri atau hamba sahayanya. Ketika Rasulullah ` melihat sahabat Ma'mar tersingkap pahanya, beliau ` bersabda:
"Wahai Ma'mar, tutupilah pahamu, karena paha adalah aurat." (HR. Ahmad).
"Jagalah auratmu kecuali dari isterimu atau hamba sahayamu." (HR. Imam lima kecuali An-Nasa'i dengan sanad hasan).
 

6. Tidak memperhatikan masalah pakaian ketika masuk masjid.
Sebagian orang yang akan menunaikan shalat berjama'ah tak peduli dengan pakaian yang dikenakannya, bahkan terkadang di luar kepatutan dan kepantasan. Misalnya masuk masjid dengan mengenakan jenis pakaian sebagaimana disebutkan pada poin keempat. Shalat adalah untuk menghadap kepada Allah, karena itu kita harus mengenakan pakaian yang bagus dan indah sebagaimana yang diperintahkan. Allah berfirman:
"Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid." (Al-A'raf: 31).

Disunnahkan pula agar kita memakai wangi-wangian ketika hendak ke masjid dan menghindari bau-bauan yang tidak sedap. Demikianlah yang dituntunkan dan dipraktikkan baginda Nabi ` dan para sahabatnya yang mulia.

7. Mengenakan pakaian bergambar makhluk bernyawaApalagi gambar orang-orang kafir, baik penyanyi, seniman, negarawan atau orang-orang terkenal lainnya. Mengenakan pakaian bergambar makhluk bernyawa adalah haram, baik gambar manusia atau hewan. Nabi Shalaluhu'alaihi Wa salam bersabda:
"Setiap tukang gambar ada di Neraka, Allah mencipta-kan untuknya (dari) setiap gambar yang ia bikin sebuah nyawa, lalu mereka menyiksanya di Neraka Jahannam." (HR. Muslim).
"Malaikat tidak masuk ke dalam rumah yang ada di dalamnya anjing dan gambar-gambar." (HR. Al-Bukhari).

Adapun gambar orang-orang kafir maka memakai atau menggunakannya madharatnya akan semakin besar, sebab akan mengakibatkan pengagungan terhadap mereka.
 

8. Laki-laki menggunakan perhiasan emas dan kain sutera.
Saat ini banyak kita jumpai barang-barang perhiasan untuk laki-laki yang terbuat dari emas. Seperti jam tangan, kaca mata, kancing baju, pena, rantai, cincin dan sebagainya. Ada pula yang merupakan hadiah dalam suatu pertandingan, misalnya sepatu emas dan lainnya.

Dari Ibnu Abbas radhiallahu anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasalam melihat cincin emas di tangan seorang laki-laki, serta merta beliau mencopot lalu membuangnya, seraya bersabda:
"Salah seorang dari kamu sengaja (pergi) ke bara api, kemudian mengenakannya di tangannya!' Setelah Rasulullah ` pergi, kepada laki-laki itu dikatakan, 'Ambillah cincinmu itu dan manfaatkanlah!' Ia menjawab, 'Demi Allah, selamanya aku tidak akan mengambilnya, karena Rasulullah ` telah membuangnya." (HR. Muslim, 3/1655).

Dan Rasulullah Shallallahu alaihi wasalam bersabda:
"Dihalalkan emas dan sutera itu untuk kaum wanita dari kaumku dan diharamkan keduanya bagi kaum prianya dari mereka." (HR. Ahmad, At-Tirmidzi dan An-Nasa'i, shahih).



Sekian Dari Saya, Semoga Bisa Bermanfa'at Terutama Bagi Para Ikhwan/Laki-Laki Agar Lebih Baik Dalam Berpakaian
Sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=10306470