Jakarta, Seruu.com - Penggalangan gerakan 28 Oktober 2011 yang dilakukan sejumlah aktivis kampus, aktivis 98, organisasi buruh, LSM hingga sejumlah purnawirawan TNI terasa semakin masif mendekati hari H yang jatuh Jumat lusa. Tidak hanya melalui pernyataan, tapi aliansi kampus yang tergabung dalam Jaringan Kampus se Jabodetabek hari ini juga menegaskan sikap mereka dengan membangun Posko Konsolidasi dan Logistik di Salemba Raya Jakarta Pusat.
"Posko ini di buat untuk menjadi salah satu titik konsolidasi menuju gerakan 28 oktober, posko ini juga sebagai salah satu bukti, bahwa kami, mahasiswa tidak main-main dan kemarahan kami sudah memuncak" ujar Jati, humas Mahasiswa Jakarta dalam perbincangan melalui sambungan telepon dgn seruu.com, selasa (25/10/2011) malam.
Direncanakan posko konsolidasi mahasiswa dan dukungan perjuangan mahasiswa akan mulai aktif hari ini, Rabu (26/10/2011). mahasiswa akan membagikan selebaran seruan aksi ke masyarakat pengguna jalan yang melintas di kawasan Salemba Jakpus, selain itu mahasiswa akan membuka kotak sumbangan yang akan digunakan sebagai dana unjuk rasa dan juga persiapan menuju 28 Oktober 2011.
"Kami berharap masyarakat bisa ikut memberikan dukungan terhadap gerakan yang akan kami lakukan, kondisi Indonesia sudah kronis mas.kami sebagai kaum intelektual, tidak bisa berdiam dengan keadaan seperti ini,mahasiswa jakarta sudah bersatu dan siap bergerak" tegas Jati.
Menurutnya demonstrasi besar yang digalang sebagai Gerakan 28 Oktober bukanlah demonstrasi biasa yang pulang setelah pukul 6 sore. "Gerakan 28 Oktober bukan demonstrasi biasa mas, kami yakin teman-teman semua tidak akan pulang sebelum menang," pungkas aktivis USNI tersebut.
Keseriusan tersebut juga diungkapkan sejumlah tokoh oposisi luar parlemen, pada Jumat mendatang (28/10) mereka bermaksud mengembalikan kedaulatan sepenuhnya ke tangan rakyat. "Konsep dasarnya adalah kedaulatan ada di tangan rakyat, dalam melakukan upaya kedaulatan rakyat, yaitu lewat Pemilu. Namun Pemilu dinodai dengan perilaku-perilaku tercela seperti kasus IT KPU dan sebagainya. Makanya kedaulatan rakyat sekarang yang bisa dilakukan adalah gerakan massa," kata advokat kondang Eggi Sudjana dalam diskusi di DPR kemarin.
Dia memperkirakan, pada 28 Oktober akan turun massa dalam jumlah sangat besar untuk menuntut SBY-Boediono mundur. Saking besarnya jumlah massa, sehingga bisa dengan mudah mengepung kantor-kantor institusi negara seperti DPR.
Bekas Ketua Umum pertama HMI-MPO tersebut bahkan berandai-andai, gerakan yang besar itu berhasil menyeret semua koruptor ke pengadilan termasuk kepala negara, Susilo Bambang Yudhoyono. "Kita juga langsung menangkap SBY, jangan kayak seperti Soeharto dibiarin begitu saja,". ujarnya. [musashi]
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=11174455
"Posko ini di buat untuk menjadi salah satu titik konsolidasi menuju gerakan 28 oktober, posko ini juga sebagai salah satu bukti, bahwa kami, mahasiswa tidak main-main dan kemarahan kami sudah memuncak" ujar Jati, humas Mahasiswa Jakarta dalam perbincangan melalui sambungan telepon dgn seruu.com, selasa (25/10/2011) malam.
Direncanakan posko konsolidasi mahasiswa dan dukungan perjuangan mahasiswa akan mulai aktif hari ini, Rabu (26/10/2011). mahasiswa akan membagikan selebaran seruan aksi ke masyarakat pengguna jalan yang melintas di kawasan Salemba Jakpus, selain itu mahasiswa akan membuka kotak sumbangan yang akan digunakan sebagai dana unjuk rasa dan juga persiapan menuju 28 Oktober 2011.
"Kami berharap masyarakat bisa ikut memberikan dukungan terhadap gerakan yang akan kami lakukan, kondisi Indonesia sudah kronis mas.kami sebagai kaum intelektual, tidak bisa berdiam dengan keadaan seperti ini,mahasiswa jakarta sudah bersatu dan siap bergerak" tegas Jati.
Menurutnya demonstrasi besar yang digalang sebagai Gerakan 28 Oktober bukanlah demonstrasi biasa yang pulang setelah pukul 6 sore. "Gerakan 28 Oktober bukan demonstrasi biasa mas, kami yakin teman-teman semua tidak akan pulang sebelum menang," pungkas aktivis USNI tersebut.
Keseriusan tersebut juga diungkapkan sejumlah tokoh oposisi luar parlemen, pada Jumat mendatang (28/10) mereka bermaksud mengembalikan kedaulatan sepenuhnya ke tangan rakyat. "Konsep dasarnya adalah kedaulatan ada di tangan rakyat, dalam melakukan upaya kedaulatan rakyat, yaitu lewat Pemilu. Namun Pemilu dinodai dengan perilaku-perilaku tercela seperti kasus IT KPU dan sebagainya. Makanya kedaulatan rakyat sekarang yang bisa dilakukan adalah gerakan massa," kata advokat kondang Eggi Sudjana dalam diskusi di DPR kemarin.
Dia memperkirakan, pada 28 Oktober akan turun massa dalam jumlah sangat besar untuk menuntut SBY-Boediono mundur. Saking besarnya jumlah massa, sehingga bisa dengan mudah mengepung kantor-kantor institusi negara seperti DPR.
Bekas Ketua Umum pertama HMI-MPO tersebut bahkan berandai-andai, gerakan yang besar itu berhasil menyeret semua koruptor ke pengadilan termasuk kepala negara, Susilo Bambang Yudhoyono. "Kita juga langsung menangkap SBY, jangan kayak seperti Soeharto dibiarin begitu saja,". ujarnya. [musashi]
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=11174455
Tidak ada komentar:
Posting Komentar